Manasik Haji jejak imani Hadirkan Persiapan Menyeluruh Raih Haji Mabrur
Sesi pemberian materi bersama pembimbing ibadah jejak imani, Ustadz Dr. H. Hepi Andi Bastoni M.A., M.Pd.I. (Dok. jejak imani) (jejak imani)
19:28
20 April 2026

Manasik Haji jejak imani Hadirkan Persiapan Menyeluruh Raih Haji Mabrur

– Rangkaian ibadah haji yang berlangsung lebih panjang dibanding ibadah umrah menuntut jamaah untuk memiliki kesiapan hati dan mental. Meski demikian, banyak program manasik yang hanya berfokus pada teknis ibadah tanpa membantu jamaah mempersiapkan ibadah haji secara menyeluruh.

Menjawab tantangan tersebut, jejak imani menghadirkan program manasik haji secara offline yang berlangsung intensif selama tiga hari mulai Jumat (17/4/2026) hingga Minggu (19/4/2026).

Sebagai bentuk komitmen jejak imani dalam mempersiapkan jamaah secara menyeluruh, persiapan itu tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan mental jamaah.

Setelah sebelumnya mendapatkan pembekalan secara online sebanyak dua kali, dalam rangkaian manasik offline, jamaah turut dibekali dengan sebelas materi komprehensif yang disampaikan langsung oleh para narasumber kompeten dari berbagai bidang.

Baca juga: Ustadz H Salim A Fillah Ajak Telusuri Senyum dan Air Mata Rasulullah SAW Bersama jejak imani lewat Umrah Jejak Nabi 12

Sementara, rangkaian manasik offline tahap kedua yang akan dilaksanakan mulai Minggu (19/4/2026) hingga Selasa (21/4/2026) berfokus pada simulasi fisik dan praktik langsung.

Berbeda dengan manasik biasanya yang hanya membahas fiqih dan teknis, Vice President of Sales, Marketing, Media and Event PT jejak imani Berkah Bersama Hj Rizky Ajeng Andriani SPsi menjelaskan bahwa program manasik jejak imani juga membekali jamaah dengan pemahaman akan sejarah Islam. Tidak hanya haji Rasulullah SAW, tetapi juga perjalanan Nabi Ibrahim hingga kisah Nabi Adam.

“Jamaah bukan hanya tahu, tapi benar-benar memahami maknanya, dan mendalami sebab mengapa mereka harus berhaji,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (20/4/2026).

Kesehatan fisik jamaah juga menjadi perhatian. Oleh karena itu, jejak imani juga mempersiapkan para jamaah dengan melibatkan tenaga profesional, seperti dokter spesialis rehabilitasi medik dan dokter spesialis penyakit dalam, untuk membantu jamaah memahami serta mengelola kondisi fisik mereka selama berminggu-minggu menjalani ibadah haji.

Hari pertama, refleksi dari para Nabi

Suasana manasik pada hari pertama dibuka dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Sepanjang hari, jamaah dibekali dengan materi sejarah para nabi yang memberikan refleksi mendalam mengenai setiap rangkaian ibadah haji yang mengandung makna ketaatan, keikhlasan, serta pengorbanan yang luar biasa.

Baca juga: Jejak Imani Siapkan Manasik Terbaik agar Jemaah Raih Haji Mabrur

Pada kesempatan tersebut, pembimbing ibadah jejak imani, Ustadz Dr H Hepi Andi Bastoni MA, MPdI menekankan bahwa manusia tak mungkin terlepas dari dosa. Maka dari itu, ibadah haji ke Tanah Suci menjadi momen penting untuk bertaubat dan menjadi pribadi yang baru.

“Ketika berangkat haji dengan membawa setumpuk dosa dan maksiat, lalu datang ke Tanah Suci untuk bertaubat kepada Allah, maka kita pun bisa menjadi pribadi yang yang baru, seperti Nabi Adam,” ucapnya.

Potret kegiatan manasik haji jejak imani. (Dok. jejak imani)jejak imani Potret kegiatan manasik haji jejak imani. (Dok. jejak imani)

Hari kedua, pemantapan ilmu, fisik, dan mental

Pada hari kedua, rangkaian manasik berfokus pada pendalaman ilmu, kesiapan fisik, serta mental jamaah. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman teknis ibadah haji, penguatan mental dan fisik dari para dokter spesialis, hingga sesi tazkiyatun nafs yang kerap merubah suasana menjadi penuh tangis dan haru.

Pembiasaan ibadah, seperti pelaksanaan shalat tahajud bersama juga diprogramkan saat manasik sebagai bentuk latihan agar jamaah lebih siap dan terbiasa secara spiritual ketika berada di Tanah Suci.

Hari ketiga, kesiapan akhir

Hari terakhir rangkaian manasik ditutup dengan pembahasan yang secara spesifik menyoroti fiqh haji, termasuk fiqih wanita, hukum-hukum seputar pelaksanaan ibadah haji, serta penjelasan terkait alur perjalanan haji jejak imani.

Walau berlangsung singkat, sesi itu pun menjadi penutup penting untuk memastikan jamaah memahami berbagai kondisi yang mungkin terjadi selama pelaksanaan ibadah haji.
Mempersiapkan secara matang, bukan sekadar memberangkatkan

Presiden Direktur jejak imani, H Muhammad Rizaldy Latief, menyampaikan bahwa manasik haji bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting dalam mempersiapkan jamaah secara menyeluruh.

Baca juga: Hadirkan Perjalanan dan Pelayanan Ekstra, Jejak Imani Kembali Bawa Ratusan Jamaah dalam Umrah Jejak Nabi 11

“Kami percaya bahwa pelayanan terbaik bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagaimana kami mempersiapkan mental dan batin para jamaah sebelum melaksanakan ibadah haji. Hal ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mengantarkan jamaah meraih haji yang mabrur,” ucapnya.

Bagi para sahabat yang ingin memulai ikhtiar dalam menunaikan rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji, jejak imani menyediakan layanan konsultasi gratis melalui laman www.jejakimani.com atau melalui akun Instagram @jejakimani.

Tag:  #manasik #haji #jejak #imani #hadirkan #persiapan #menyeluruh #raih #haji #mabrur

KOMENTAR