Masuk Bromo Lewat Probolinggo, Bakal Wajib Tiket Online Tambahan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, tengah memperkuat tata kelola kunjungan ke Gunung Bromo melalui implementasi sistem tiket online khusus akses dari wilayah Probolinggo.
Langkah ini menjadikan wisatawan yang masuk melalui jalur Probolinggo tidak hanya wajib memiliki tiket masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tetapi juga tiket online tambahan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.
Kebijakan ini menjadi sorotan setelah Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan tiket daring pada 14–15 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, dan melibatkan Dishub, Satpol PP, Kecamatan Sukapura, serta para operator jeep wisata Bromo.
Tiket online wajib dibeli sebelum masuk kawasan
Menurut Heri Mulyadi, tiket online merupakan kewajiban baru bagi wisatawan yang hendak memasuki kawasan Bromo melalui Probolinggo.
Pembelian dilakukan melalui website resmi, dan setiap kendaraan jeep yang membawa wisatawan harus memiliki tiket sesuai jumlah penumpang.
Baca juga: Awas Kecele, Ini Jadwal Penutupan Gunung Semeru dan Gunung Bromo 2026
“Monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai tindak lanjut penerapan regulasi kewajiban pembayaran retribusi wisata secara daring sebelum wisatawan memasuki kawasan Gunung Bromo,” ujar Heri dilansir dari Antara (16/5/2026).
Sistem digital ini dirancang untuk menciptakan pengelolaan pariwisata yang lebih tertib, modern, dan profesional.
Pemerintah daerah menilai metode daring memudahkan pelayanan bagi wisatawan sekaligus meningkatkan akurasi pendataan pengunjung.
Pemeriksaan di Wonotoro, pembelian di Jetak
Dalam implementasinya, petugas melakukan pengecekan tiket di titik kontrol pertigaan Desa Wonotoro. Wisatawan yang belum memiliki tiket akan diarahkan kembali menuju Desa Jetak untuk melakukan pembelian secara daring.
Bagi wisatawan yang sudah memiliki tiket, proses masuk menjadi lebih lancar karena tinggal menjalani pemindaian barcode sebelum diperbolehkan masuk ke area wisata.
Puncak Mahameru dilihat dari Seruni Point Gunung Bromo.
Selain sebagai mekanisme kontrol kunjungan, tiket online juga mendukung kelengkapan administrasi wisatawan, termasuk jika suatu saat diperlukan klaim asuransi wisata.
“Dengan sistem tiket online, data wisatawan dapat tercatat lebih baik sehingga memudahkan proses administrasi, termasuk klaim asuransi wisata,” jelas Heri.
Antisipasi penumpukan penumpang
Pemkab Probolinggo mengakui bahwa penerapan sistem baru berpotensi menimbulkan antrean maupun kepadatan kendaraan. Karena itu, monev juga fokus pada mitigasi penumpukan kendaraan di jalur menuju Bromo.
Koordinasi dengan operator jeep serta pelaku pariwisata terus dilakukan agar sosialisasi berjalan optimal dan wisatawan dapat memahami kewajiban tiket online sebelum tiba di kawasan.
“Kami terus melakukan sosialisasi kepada operator jeep dan seluruh pelaku wisata agar penerapan tiket online dapat berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan,” tutur Heri.
Baca juga: Ada Jalur Lingkar Kaldera Tengger di Gunung Bromo, Apa Itu?
Heri menegaskan bahwa kebijakan tiket online merupakan bagian dari transformasi pelayanan wisata di Bromo agar lebih aman, tertib, dan sesuai perkembangan teknologi.
“Harapannya implementasi tiket online ini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung pelayanan wisata yang lebih aman dan profesional,” ujarnya.
Tag: #masuk #bromo #lewat #probolinggo #bakal #wajib #tiket #online #tambahan