Banyumas Ngibing 2026, Pertunjukan Tari 24 Jam dan Libatkan Penari Mancanegara
Tari kolosal dalam puncak acara Lengger Bicara 2025 di Stadion Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (23/6/2025) malam.(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)
05:07
24 April 2026

Banyumas Ngibing 2026, Pertunjukan Tari 24 Jam dan Libatkan Penari Mancanegara

- Dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia, akan digelar acara bertajuk Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026.

Acara dengan tema "Keberagaman Jiwa-jiwa yang Menyatu dengan Bumi" ini, akan digelar non-stop selama 24 jam, pada Sabtu-Minggu (2-3 Mei 2026) mendatang.

Penggagas acara sekaligus maestro Lengger Lanang Banyumas, Riyanto mengatakan, gelaran yang akan dimulai pukul 06.00 WIB ini tersebar di beberapa titik, yaitu Pendapa Adipati Mrapat, kawasan Taman Sari, dan area Kota Lama Banyumas.

Baca juga: Event Hari Jadi ke-455 Banyumas, dari Kirab hingga Festival Budaya

"Acara ini hadir untuk merayakan, mengenalkan, dan menghidupkan kembali tradisi Ngibing (menari). Sekaligus upaya melestarikan kesenian dan budaya Banyumas," kata Riyanto saat konferensi pers di Pendapa Bupati Banyumas, Selasa (21/4/2026).

Riyanto menjelaskan, acara tersebut melibatkan lebih dari 120 komunitas seni yang akan menampilkan beragam tari.

Peserta ada yang dari luar kota dan luar negeri

Peserta berasal dari Banyumas, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Madura. Bahkan, sejumlah penari dari mancanegara juga dipastikan akan ikut meramaikan gelaran tersebut.

"Yang sudah konfirmasi dari luar negeri antara lain Amerika, Belanda, Kazakhstan, dan Meksiko. Masih ada beberapa yang belum terdeteksi, tapi minatnya cukup besar," ujar Riyanto.

Menurut Riyanto, penari mancanegara juga sekaligus datang untuk mempelajari tari Lengger dan budaya Banyumasan.

Penggagas Banyumas Ngibing 24 Jam Menari sekaligus maestro Lengger Lanang Banyumas, Riyanto, saat konferensi pers di Pendapa Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2026).KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN Penggagas Banyumas Ngibing 24 Jam Menari sekaligus maestro Lengger Lanang Banyumas, Riyanto, saat konferensi pers di Pendapa Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2026).

"Yang dari Meksiko sudah bisa menari lengger, tapi dari negara lain masih belajar. Mereka ingin merasakan suasana Banyumas dan berkolaborasi sekaligus mempelajari budaya di sini," kata Riyanto.

Riyanto menyebut, tema acara tersebut mencerminkan semangat persatuan dalam perbedaan.

"Tema ini mencerminkan harmoni kehidupan, di mana perbedaan individu, budaya, dan spiritualitas melebur menjadi satu kesatuan di atas tanah pertiwi," ujar Riyanto.

Baca juga: Pesona Desa Wisata Melung Banyumas, Juara 1 Desa Wisata Nusantara 2025

Selain itu, akan ada gebyar kesenian rakyat ebeg Banyumas di Alun-alun Banyumas pada 3 Mei pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

Lebih lanjut Riyanto mengatakan, panitia terus melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan acara tersebut.

"Persiapan hampir non-stop. Kami siapkan relawan, kebutuhan venue, karena tiap lokasi punya tantangan sendiri, baik indoor, outdoor, maupun street performance," kata Riyanto.

Baca juga: Rute Menuju Pancuran Pitu dari Pusat Kabupaten Banyumas

Panitia juga akan menyiapkan dukungan kesehatan, terutama bagi penari yang tampil selama 24 jam penuh. Tim medis akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Setiap dua jam sekali harus ada pengecekan kesehatan, karena ini berisiko. Penari harus benar-benar siap secara fisik," ujar Riyanto.

Tag:  #banyumas #ngibing #2026 #pertunjukan #tari #libatkan #penari #mancanegara

KOMENTAR