Ini Alasan Gerbong Perempuan KRL Selalu Berada di Ujung Rangkaian
Saat naik rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, penumpang dapat dengan mudah mengenali gerbong khusus perempuan.
Gerbong ini ditandai dengan corak merah muda bertuliskan "Kereta Khusus Wanita" di bagian badan kereta.
Gerbong perempuan di KRL selalu terletak di bagian ujung rangkaian, tepatnya di kereta pertama dan terakhir.
Penempatan tersebut sering kali memicu pertanyaan: mengapa gerbong khusus perempuan tidak berada di tengah, melainkan ujung rangkaian?
Pertanyaan ini kembali mengemuka usai insiden operasional antara KRL Cikarang dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam.
Dalam kecelakaan tersebut, total 15 orang meninggal dunia dan 88 orang luka-luka. Semua korban merupakan penumpang perempuan yang berada di dalam gerbong paling belakang.
Baca juga: Jadi Tempat Rawan Kecelakaan, Apa Itu Perlintasan Sebidang Kereta Api?
Alasan gerbong perempuan ditempatkan di ujung rangkaian
Dilansir dari Antara, Selasa (28/4/2026), gerbong khusus perempuan yang disebut Kereta Khusus Wanita (KKW) diluncurkan pertama kali oleh KAI Commuter pada 19 Agustus 2010.
Posisi gerbong perempuan sengaja ditempatkan di ujung rangkaian setelah mempertimbangkan kondisi sebagian besar stasiun KRL yang ada di Jabodetabek.
Dengan ditempatkan di ujung rangkaian, penumpang perempuan, terutama ibu hamil maupun lanjut usia (lansia), bisa mudah menemukan posisi kereta khusus wanita, seperti dilansir Kompas.com.
Baca juga: Daftar Kereta Jarak Jauh yang Batal Berangkat akibat Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek
KRL Jakarta Kota
Tata letak gerbong perempuan yang demikian, memungkinkan penumpang perempuan menjadi pihak yang lebih dulu meninggalkan peron saat kereta tiba.
Selain itu, keberadaan gerbong khusus perempuan juga diharapatkan dapat memudahkan petugas memantau area khusus perempuan secara lebih fokus karena posisinya terlokalisasi di ujung rangkaian.
Penempatan di ujung rangkaian juga membantu mengatur alur naik dan turun penumpang perempuan agar lebih teratur serta tidak terlalu bercampur dengan penumpang lain.
Serta memudahkan kontrol sehingga dapat mencegah pelanggaran aturan di area khusus perempuan, seperti dikutip Kompas.com.
Baca juga: 19 Kereta Jarak Jauh Batal Berangkat Hari Ini, Imbas Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek
Usulan evaluasi penempatan gerbong perempuan
Menyusul kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengusulkan evaluasi terhadap penempatan gerbong khusus perempuan pada Selasa (28/4/2026).
Menurut dia, posisi gerbong perempuan yang saat ini berada di bagian depan dan belakang rangkaian perlu ditinjau ulang dari sisi keselamatan.
Baca juga: Mengenal Aturan dan Penanggung Jawab Pelintasan Kereta Api Menurut Penjelasan Resmi KAI
“Tadi, kalau kami ngobrol dengan KAI, alasan (gerbong perempuan) ditaruh di paling depan dan paling belakang supaya tidak terjadi rebutan,” kata Arifah, dalam siaran langsung Kompas TV.
“Namun dengan peristiwa ini, kami mengusulkan agar gerbong perempuan ditempatkan di tengah rangkaian, sementara bagian depan dan belakang untuk penumpang laki-laki,” sambungnya.
Arifah juga menyampaikan, pemerintah bertanggung jawab atas insiden tersebut dan memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan, termasuk pemulihan psikologis bagi yang mengalami trauma.
Baca juga: KAI Lakukan Penyesuaian Jadwal Perjalanan Kereta Api, Begini Cara Ceknya!
Tag: #alasan #gerbong #perempuan #selalu #berada #ujung #rangkaian