Turis Kagumi Keamanan di China, Ransel Berisi Barang Berharga Tidak Dicuri
Apa yang terjadi jika kamu meninggalkan tas penuh barang berharga di tempat ramai? Di beberapa negara tertentu, barang tersebut mungkin akan langsung hilang. Namun, hal berbeda terjadi di China.
Seseorang YouTuber, Jannelize Bessenger melakukan eksperimen tersebut di salah satu area paling sibuk di China. Lewat kanal "Because I'm Lizzy", dia meninggalkan tasnya di Kota Chongqing.
- Turis Eropa Kini Pilih China, Tren Wisata ke Asia Tenggara Mulai Bergeser
- Rusak Gerbang Imigrasi, Turis China Dilarang Masuk Thailand Seumur Hidup
Bessenger kemudian berjalan-jalan menyusuri jalanan kota, menyicipi kuliner lokal, serta menikmati pemandangan malam selama sekitar 100 menit.
Saat kembali ke tempat ia meninggalkan tas, ia mendapati semua barang miliknya tetap berada di tempat semula. Tidak ada satu pun barang yang bergeser atau hilang.
"Saya sudah berkali-kali membuktikan bahwa tidak ada barang yang akan dicuri. Keamanan adalah alasan utama mengapa saya tinggal di China," kata Bessenger, dilansir dari Xinhua, Rabu (20/5/2026).
Turis asing disebut kagum akan keamanan di China
Wisatawan asing menceritakan keamanan di China berdasarkan eksperimen meninggalkan tas berisi barang berharga di keramaian.
Bessenger saat ini tinggal di Kunming, Provinsi Yunnan. Pembuat konten asal Afrika Selatan itu sudah menetap di China selama tujuh tahun. Baginya, keamanan termasuk alasan ia betah tinggal di Negeri Tirai Bambu.
Menurut Bessenger, faktor utama keamanan bukan hanya soal aparat hukum.
"Orang-orang yang tinggal di sini dan nilai-nilai serta penghormatan mereka terhadap kehidupanlah yang menjadikan China sebagai tempat paling aman yang akan saya tinggali selama bertahun-tahun," jelas Bessenger.
Mendapat bantuan ketika sakit
Bessenger mengingat pengalamannya tahun 2019 lalu. Waktu itu, dia baru empat bulan tiba di China dan mendadak mengalami sakit parah di kota Nanchang, Provinsi Jiangxi.
Dia sudah menyimpan lokasi rumah sakit di ponselnya, tapi dia tetap tersesat dan tidak bisa menemukannya. Saat itu dia juga belum lancar berbicara bahasa Mandarin.
Bessenger akhirnya meminta bantuan kepada seorang penduduk lokal. Laki-laki tersebut menggunakan bantuan aplikasi penerjemah di ponsel, lalu mengantarnya sampai ke rumah sakit naik kereta bawah tanah.
Sesampainya di rumah sakit, laki-laki tersebut langsung pergi tanpa meminta kontak ponsel atau imbalan uang.
Kala sulit tidur sekitar pukul 11 malam, Bessenger berjalan kaki sambil mendengarkan musik lewat earphone tanpa rasa cemas. Ia suka menjelajah tempat baru tanpa perlu melihat peta.
- Apa Makna Kuil Langit di China, yang Dikunjungi Donald Trump dan Xi Jinping?
- Turis China Nekat Mendaki Gunung Fuji Saat Ditutup, Akhirnya Minta Ambulans
Skor keamanan yang tinggi
Wisatawan asing menceritakan keamanan di China berdasarkan eksperimen meninggalkan tas berisi barang berharga di keramaian.
Berdasarkan data Xinhua, Laporan Keamanan Global (Global Safety Report) 2025 dari Gallup menunjukkan, China meraih skor sangat tinggi dalam indeks rasa aman publik dan ketertiban hukum.
Daya tarik keamanan ini juga disebut memicu lonjakan wisatawan jangka pendek. Pada tahun 2025, kunjungan wisatawan asing ke China menembus 150 juta orang, meningkat lebih dari 17 persen secara tahunan.
Adapun lebih dari 30 juta wisatawan asing masuk menggunakan kebijakan bebas visa.
Teknologi yang membantu wisatawan
Wisatawan asing menceritakan keamanan di China berdasarkan eksperimen meninggalkan tas berisi barang berharga di keramaian.
Kisah senada datang dari wisatawan asing asal Kanada bernama Dave Mami. Dave dan istrinya adalah kreator konten independen yang sudah mengunjungi 56 negara di dunia.
Pasangan ini sering membawa perlengkapan kamera yang mahal, tapi disebut tetap bisa berjalan dengan aman di perkotaan dan pedesaan di China.
Selain keamanan, Mami juga disebut kagum dengan integrasi teknologi di China. Warga lokal dikatakan cepat membantu memakai aplikasi penerjemah saat wisatawan asing kebingungan.
Dave dan istrinya kini menjadi penggemar berat aplikasi WeChat, khususnya fitur pembayaran WeChat Pay.
- China Tutup Wilayah Udara untuk Penerbangan Sipil 40 Hari, Ada Apa?
- Penerbangan dan Permintaan Pariwisata China-Jepang Turun, Apa Sebabnya?
Menghargai perbedaan budaya
Rasa aman juga dirasakan oleh Ana Rosa Neumann Devers, mahasiswi asal Republik Dominika yang tengah menempuh studi di Harbin, Provinsi Heilongjiang.
Saat tinggal di Harbin yang dingin, Devers disebut merasa nyaman berjalan di pasar tradisional baik saat siang maupun malam hari.
Devers pernah memakai pakaian adat negaranya dalam sebuah pesta sekolah, yang disambut dengan tepuk tangan.
"Orang-orang di sini menghormati budaya dan kebiasaan yang berbeda. Tidak ada yang memperlakukan saya berbeda karena saya berasal dari negara lain. Saya benar-benar merasa dihargai," jelas Devers.
Bessenger menambahkan bahwa setiap provinsi di China punya keunikan masing-masing. Bila ingin mencoba tren "Menjadi Warga China", dia menyarankan untuk turun ke jalan saat malam hari.
"Berjalan-jalanlah, cicipi jajanan kaki lima, dan lihat bagaimana orang-orang menikmati makanan mereka serta bagaimana kota ini memasuki ritme yang damai namun tetap hidup," ucap Bessenger.
Tag: #turis #kagumi #keamanan #china #ransel #berisi #barang #berharga #tidak #dicuri