Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen di Tengah Ketidakpastian Konflik AS-Iran
Harga minyak dunia turun sekitar 2 persen pada akhir perdagangan Kamis (21/5/2026) waktu setempat atau Jumat (22/5/2026) pagi WIB di tengah ketidakpastian prospek penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Mengutip Reuters, harga minyak sempat bergerak fluktuatif sebelum akhirnya melemah pada penutupan perdagangan.
Harga minyak mentah Brent turun 2,44 dollar AS atau 2,3 persen menjadi 102,58 dollar AS per barrel.
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,9 dollar AS atau 1,9 persen menjadi 96,35 dollar AS per barrel.
Kedua kontrak minyak tersebut ditutup pada level terendah dalam hampir dua pekan terakhir.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Trump Sebut Negosiasi AS-Iran Masuk Tahap Akhir
Fluktuasi di Tengah Perkembangan Geopolitik
Sebelumnya pada sesi perdagangan, harga minyak sempat melonjak hingga 4 persen setelah Reuters melaporkan pemimpin tertinggi Iran mengeluarkan arahan yang mengurangi harapan tercapainya penyelesaian cepat atas perang yang sedang berlangsung.
Laporan Reuters yang mengutip dua sumber senior Iran menyebutkan Teheran memperkeras sikap terhadap salah satu tuntutan utama AS.
Arahan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei disebut dapat semakin mempersulit negosiasi dan menghambat upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Trump kemudian mengatakan AS pada akhirnya akan mengambil kembali stok uranium dengan pengayaan tinggi milik Iran, yang menurut Washington ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir, meskipun Teheran menegaskan uranium tersebut hanya untuk tujuan damai.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Usai AS Sebut Ada Kemajuan Perundingan dengan Iran
Perkembangan itu muncul sehari setelah Iran mengumumkan pembentukan "Persian Gulf Strait Authority" yang akan mengawasi "zona maritim terkendali" di Selat Hormuz.
Pergerakan harga minyak sepanjang hari berlangsung sangat fluktuatif. Kenaikan harga semakin tajam setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan usulan sistem tarif pelayaran di Selat Hormuz akan membuat kesepakatan diplomatik sulit tercapai.
Namun, harga kemudian menurun setelah Rubio menambahkan pejabat Pakistan yang berperan sebagai mediator akan melakukan perjalanan ke Iran untuk melanjutkan pembicaraan.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak ke Tertinggi 2 Pekan di Tengah Konflik AS-Iran
Proyeksi Analis dan IEA
"Kita sudah beberapa kali berada dalam situasi seperti ini sebelumnya, yang pada akhirnya berujung pada kekecewaan," tulis analis ING.
ING memperkirakan rata-rata harga Brent berada di level 104 dollar AS per barrel pada kuartal ini.
Secara terpisah, UBS menaikkan proyeksi harga minyak sebesar 10 dollar AS per barrel. Bank tersebut memperkirakan Brent mencapai 105 dollar AS per barrel dan WTI 97 dollar AS per barrel pada September mendatang.
Kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengatakan kombinasi tingginya permintaan bahan bakar musim panas, minimnya tambahan ekspor minyak dari Timur Tengah, dan menipisnya stok dapat mendorong pasar minyak masuk ke "zona merah" pada Juli hingga Agustus.
Tag: #harga #minyak #dunia #turun #persen #tengah #ketidakpastian #konflik #iran