Gara-gara Ada Power Bank Lupa Dicopot di Bagasi, Pesawat Ini Terpaksa Mendarat Darurat
KOMPAs.com - Penerbangan EZY2618 milik EasyJet yang berangkat dari Hurghada, Mesir, menuju London, terpaksa melakukan pendaratan darurat di Roma.
Hal ini terjadi setelah seorang penumpang menginformasikan kepada kru bahwa mereka meninggalkan perangkat yang sedang diisi daya menggunakan power bank di dalam bagasi.
Insiden yang terjadi pada Selasa (19/5/2026) itu membuat pesawat yang sebelumnya telah terbang selama tiga setengah jam di ketinggian sekitar 10.980 meter akhirnya mengubah rute menuju Bandara Fiumicino, Roma, dan mendarat pukul 23.33 waktu setempat.
Peringatan dari penumpang picu keputusan kapten
Menurut keterangan EasyJet kepada CNN, kru mendapat laporan bahwa ada perangkat yang sedang mengisi daya menggunakan power bank di dalam bagasi penumpang.
Situasi ini dianggap berisiko tinggi karena power bank berbasis baterai lithium-ion dapat memicu panas berlebih atau kebakaran jika tidak diawasi.
Baca juga: Turkiye Perketat Aturan Power Bank di Pesawat, hanya Boleh Bawa Maksimal 2
“Atas dasar kehati-hatian dan sesuai regulasi keselamatan, kapten memutuskan untuk mengalihkan penerbangan,” ujar EasyJet dalam pernyataannya.
Maskapai itu juga menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan kru adalah prioritas utama, dan semua operasional dilakukan sesuai panduan pabrikan pesawat.
Akibat pengalihan penerbangan ini, para penumpang mengalami keterlambatan perjalanan. EasyJet menyediakan hotel dan makanan untuk bermalam sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke London Luton Airport pada Rabu pagi.
Aturan power bank di pesawat
Insiden ini terjadi di tengah pengetatan regulasi internasional terkait penggunaan dan penyimpanan power bank di pesawat.
Ilustrasi pesawat easyJet.
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada Maret 2026 memberlakukan aturan baru yang membatasi setiap penumpang hanya boleh membawa dua power bank, dan keduanya tidak boleh diisi ulang selama penerbangan.
Beberapa maskapai dan negara bahkan lebih ketat lagi:
- Singapore Airlines melarang penggunaan power bank untuk mengisi perangkat selama penerbangan.
- Southwest Airlines mewajibkan power bank tetap terlihat dan tidak disimpan.
- Korea Selatan melarang penumpang menyimpan power bank dan rokok elektrik di bagasi kabin atas (overhead bin) setelah insiden kebakaran di pesawat Air Busan pada Januari 2025 yang melukai tiga orang.
Investigasi di Korea Selatan menunjukkan bahwa power bank portabel kemungkinan menjadi sumber api tersebut.
Risiko baterai lithium-ion di pesawat
Baterai lithium-ion yang umum digunakan pada ponsel, laptop, hingga power bank memang dikenal memiliki potensi risiko.
Jika mengalami kerusakan, panas berlebih, atau overcharge, baterai dapat mengalami thermal runaway, reaksi berantai yang menyebabkan panas ekstrem atau bahkan kebakaran.
Baca juga: Liburan ke Singapura? Catat Batas Power Bank di Pesawat Mulai 15 April 2026
Data Federal Aviation Administration (FAA) mencatat ada 563 insiden yang melibatkan asap, api, atau panas ekstrem terkait baterai lithium-ion di pesawat antara Maret 2006 hingga Februari 2026. Dari angka tersebut, 230 kasus disebabkan oleh battery pack atau power bank.
Imbauan untuk penumpang
Insiden pengalihan penerbangan EasyJet ini menjadi pengingat penting bagi penumpang untuk:
- Tidak menaruh power bank di bagasi tercatat
- Tidak mengisi daya perangkat selama penerbangan kecuali diizinkan
- Mematuhi batasan jumlah power bank dan kapasitas yang ditetapkan maskapai
Kesadaran terhadap aturan ini tidak hanya membantu perjalanan lebih lancar, tetapi juga menjaga keselamatan seluruh penumpang dalam penerbangan.
Tag: #gara #gara #power #bank #lupa #dicopot #bagasi #pesawat #terpaksa #mendarat #darurat