Jumlah Wisatawan ke Jakarta April 2026 Menurun 19,97 Persen
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Jakarta pada April 2026 sebanyak 8,74 juta perjalanan, atau mengalami penurunan 19,97 persen dibandingkan Maret 2026. Angka tersebut menurut Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta.
"Begitu pula secara tahunan, turun sebesar 17,44 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto, dilansir dari Antara, Selasa (2/6/2026).
- Ada Konser F4 di Jakarta, Okupansi Hotel Sekitar GBK Capai 90 Persen
- Benarkah Ada Tiket Pesawat Jakarta-Seoul Rp 1 Jutaan?
Jumlah wisatawan ke Jakarta menurun pada April 2026
Apa penyebab penurunan kunjungan?
Ilustrasi wisatawan di Taman Margasatwa Ragunan (Kebun Binatang Ragunan), Jakarta Selatan. Jumlah wisatawan ke Jakarta menurun pada April 2026 menurut data BPS DKI Jakarta.
Menurut Kadarmanto, penurunan jumlah perjalanan wisnus ke Jakarta didorong oleh momen berakhirnya periode arus mudik pada Maret 2026. Aktivitas masyarakat kembali normal usai masa libur panjang.
Faktor perbedaan periode arus mudik juga dinilai turut berpengaruh. Pada tahun 2025, arus mudik terjadi pada bulan Maret, sedangkan arus mudik pada tahun 2026 terjadi pada bulan April.
Meskipun begitu, beberapa wilayah tetap ramai dikunjungi. Jakarta Selatan tercatat sebagai destinasi favorit wisnus, dengan kontribusi mencapai angka paling tinggi di antara wilayah lainnya yakni 28,10 persen.
"Jakarta Selatan memiliki lokasi wisata yang banyak, kemudian pusat kulinernya juga banyak, dan juga pusat-pusat destinasi lainnya dibanding dengan wilayah Jakarta yang lain," jelas Kadarmanto.
Bagaimana dengan kontribusi wilayah Jakarta yang lain? Jakarta Pusat berada di posisi kedua, dengan kontribusi sebesar 20,42 persen.
Selanjutnya, wilayah Jakarta Timur berkontribusi sebesar 19,48 persen dan Jakarta Barat menyusul dengan kontribusi 16,32 persen.
Kemudian, wilayah Jakarta Utara berkontribusi sebesar 15,16 persen. Terakhir, wilayah Kepulauan Seribu berkontribusi sebesar 0,52 persen.
- Ini Calon Warisan Dunia UNESCO dari Indonesia, Ada Kota Tua Jakarta
- Layanan Paspor di CFD Jakarta dan Daerah Lain, Bisa untuk Apa Saja?
Tingkat penghunian kamar hotel di Jakarta meningkat
Jumlah wisatawan ke Jakarta menurun pada April 2026 menurut data BPS DKI Jakarta.
Meskipun wisnus Jakarta menurun pada April 2026, tingkat penghunian kamar (TPK) di Jakarta mengalami peningkatan.
Kadarmanto mengatakan, TPK hotel berbintang di Jakarta naik mencapai 54,80 persen pada April 2026, atau naik 10,83 persen poin dibandingkan Maret 2026.
"Juga secara tahunan, naik sebesar 7,94 persen poin dibandingkan pada bulan April 2025," kata Kadarmanto.
Sementara itu, TPK hotel non-bintang tercatat sebesar 38,09 persen pada April 2026, naik sebesar 3,44 persen poin secara bulanan. Jika melihat data tahunan, TPK hotel non-bintang meningkat 0,05 persen poin.
Adapun rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang tercatat 1,60 malam.
"Artinya, para tamu menginap itu antara satu sampai dua malam," kata Kadarmanto
Durasi menginap hotel bintang mengalami peningkatan yang tipis secara bulanan, kurang dari 0,01 poin dibandingkan bulan Maret 2026. Namun, durasi menginap turun 0,05 poin jika kamu bandingkan dengan April 2025.
Bagaimana dengan durasi menginap di akomodasi non-bintang? Rata-rata lama menginap tamu hotel non-bintang sebesar 1,33 malam. Durasi tersebut mengalami penurunan sebesar 0,01 poin secara bulanan, serta penurunan 0,03 poin secara tahunan.
Adapun hotel bintang tiga masih menjadi favorit bagi tamu Indonesia, yang mana mencapai angka 34,6 persen.
"Sedangkan, tamu asing cenderung menginap di hotel bintang empat yang mencapai 43,12 persen," kata Kadarmanto.
- Dari Cikini ke Sudut TIM, Cerita Sehari Menjelajah Perpustakaan Jakarta
- 7 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Untuk Wisata Edukasi
Tag: #jumlah #wisatawan #jakarta #april #2026 #menurun #1997 #persen