Tren Concept Cafe di Korea Selatan Disebut Mulai Meresahkan, Mengapa?
- Munculnya concept cafe (kafe bertema) di Korea Selatan memicu kekhawatiran sejumlah pihak. Sebab, meski terdaftar sebagai restoran biasa, sebagian kafe itu menawarkan pengalaman yang dinilai semakin mengarah pada hiburan dewasa tapi bisa diakses oleh remaja.
Tren concept cafe berkembang pesat di sejumlah lokasi di Seoul dalam beberapa tahun terakhir.
- 5 Kafe Estetik di Surabaya, Cozy untuk Hangout dan Work from Cafe
- Ikon Wisata Hanoi Terancam Berubah, Kereta Tak Lagi Lewati Railway Cafe Street
Sesuai namanya, concept cafe menawarkan pengalaman yang berbeda. Misalnya, ada pelayan perempuan yang bekerja sembari mengenakan kostum sesuai tema tertentu, seperti maid ala maid cafe dan karakter hewan.
"Saya selalu suka memakai pakaian yang mencolok, jadi saya tertarik dengan pekerjaan ini,” kata seorang mahasiswa yang bekerja di salah satu concept cafe, dilansir dari Korea JoongAng Daily, Rabu (3/6/2026).
"Sebagian besar pelanggannya adalah anak muda, dari murid SMA hingga orang-orang berusia 20-an." tambah dia.
Apa itu concept cafe di Korea Selatan?
Menawarkan tema khusus sebagai daya tarik
Concept cafe bertema unik menjamur di Seoul, Korea Selatan. Namun, tren ini menuai kontroversi karena dinilai mengarah ke hiburan dewasa.
Concept cafe merupakan jenis kafe yang menawarkan tema khusus sebagai daya tarik utama.
Tema tersebut biasanya diterapkan pada desain interior, seragam pegawai, menu, dan interaksi dengan pelanggan untuk menciptakan pengalaman yang berbeda dari kafe biasa.
Salah satu kafe di Distrik Mapo di barat Seoul, misalnya, menggelar acara bertema "Yankee Day" pada pertengahan Mei lalu. Dalam acara tersebut, para pelayan mengenakan kostum bergaya remaja pemberontak yang populer dalam budaya Jepang.
Awalnya, perhatian publik tertuju pada maid cafe, kafe dengan pegawai berpakaian seperti maid (pelayan), biasanya dengan celemek berenda, dan menyapa pelanggan dengan sebutan khusus.
Namun, konsep tersebut saat ini berkembang menjadi berbagai variasi baru.
Beberapa kafe mengusung tema kucing dengan pegawai yang mengenakan telinga kucing dan kostum tertentu.
Ada pula yang menggunakan tema animal maid dan karakter pemain gim. Sejumlah tempat bahkan menawarkan layanan tambahan yang menuai kontroversi.
- 7 Book Cafe di Jakarta, Nyaman untuk Ngopi, Baca sampai WFC
- Mulai Hari Ini, Korea Selatan Beri Bebas Visa untuk Turis Indonesia
Layanan di concept cafe menuai sorotan
Dari usia pelanggan hingga privasi pegawai
Concept cafe bertema unik menjamur di Seoul, Korea Selatan. Namun, tren ini menuai kontroversi karena dinilai mengarah ke hiburan dewasa.
Di salah satu kafe di Seoul, misalnya, pelanggan yang membeli paket minuman premium dapat memperoleh layanan personal dari pegawai tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Paket yang ditawarkan bervariasi, dari sesi percakapan singkat hingga pendampingan selama satu jam.
Selain itu, sejumlah kafe juga memperoleh pendapatan dari penjualan foto instan bersama pegawai.
Pelanggan dapat membayar biaya tambahan untuk berfoto dalam jarak dekat dengan pegawai yang mengenakan kostum tematik. Beberapa foto bahkan dijual secara daring untuk pelanggan yang tidak datang langsung ke lokasi.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena sebagian besar kafe terdaftar sebagai restoran biasa berdasarkan Undang-Undang Sanitasi Makanan Korea Selatan.
Status tersebut membuat remaja masih diperbolehkan masuk dan bekerja di tempat itu.
Baca juga: Aktivitas Liburan di Akihabara, Kunjungi Maid Cafe sampai Belanja Action Figure
Salah seorang siswa sekolah menengah yang diwawancarai media setempat mengaku mulai mengenal maid cafe melalui media sosial sebelum akhirnya rutin berkunjung.
"Awalnya saya tahu tentang maid cafe lewat media sosial dan mulai berkunjung beberapa kali bersama teman-teman, tapi sekarang saya datang sendirian. Setelah menemukan 'oshi' (pegawai favorit) saya, saya terus kembali ke sana karena seru ngobrol dengannya," jelas siswa tersebut.
Kekhawatiran lain juga muncul terkait privasi para pekerja. Beberapa pelanggan diketahui mengunggah foto pegawai ke forum daring disertai ulasan kunjungan.
Tidak jarang unggahan tersebut memicu komentar yang menilai penampilan fisik pekerja atau mengandung unsur pelecehan verbal.
Baca juga: Waktu Terbaik ke Banyu Anyep Cafe di Jatiyoso, Karanganyar
Pakar hukum Korea Selatan, Noh Yoon-ho menilai fenomena tersebut berpotensi menimbulkan masalah sosial yang lebih luas.
"Masalah ini bermula dari anggapan bahwa dengan membayar uang, seseorang dapat memanfaatkan tubuh dan emosi orang lain," tutur Noh.
"Begitu orang mulai memandang orang lain bukan sebagai manusia, melainkan sebagai alat, hal itu dapat memicu kejahatan yang berkaitan dengan hubungan serta bentuk-bentuk pelecehan lain yang belakangan ini menjadi isu sosial," tambah dia.
Pemerintah dinilai sulit menindak concept cafe
Concept cafe bertema unik menjamur di Seoul, Korea Selatan. Namun, tren ini menuai kontroversi karena dinilai mengarah ke hiburan dewasa.
Meski demikian, pemerintah dinilai menghadapi kesulitan untuk mengambil tindakan. Sebab, kafe-kafe tersebut secara hukum masih dikategorikan sebagai restoran biasa.
Selain itu, belum ada aturan yang secara spesifik mengatur kostum pegawai dan bentuk interaksi antara pekerja dan pelanggan.
"Mengingat semakin banyaknya jenis usaha baru dan modifikasi usaha yang berpotensi membahayakan anak di bawah umur, diperlukan pembahasan mengenai cara mengatur aktivitas yang merugikan remaja, bahkan di tempat usaha yang secara resmi diklasifikasikan sebagai restoran biasa," ujar peneliti dari National Assembly Research Service, Heo Min-sook.
Baca juga: Korea Selatan Rilis Panduan Navigasi Digital untuk Wisatawan Asing, Berwisata Jadi Lebih Mudah
Tag: #tren #concept #cafe #korea #selatan #disebut #mulai #meresahkan #mengapa