Elon Musk Diprediksi Akuisisi Intel lewat SpaceX
Ilustrasi Elon Musk diprediksi akuisisi Intel.(AI/ChatGPT.)
10:27
4 Juni 2026

Elon Musk Diprediksi Akuisisi Intel lewat SpaceX

- Nama Elon Musk kembali dikaitkan dengan sebuah skenario ambisius. Kali ini, pendiri SpaceX dan xAI tersebut disebut berpotensi mengakuisisi raksasa chip Amerika Serikat, Intel, melalui perusahaan antariksa miliknya, SpaceX.

Prediksi tersebut disampaikan analis investasi dari perusahaan riset keuangan Fool.com dan dimuat Yahoo Finance, yang menilai SpaceX bisa menjadi salah satu kandidat pembeli Intel, apabila perusahaan semikonduktor itu terus menghadapi tekanan bisnis dan membutuhkan langkah strategis besar di masa depan.

Skenario ini memang masih jauh dari kenyataan, tetapi menarik karena secara finansial mulai terlihat masuk akal jika melihat nilai SpaceX yang terus melambung dan kebutuhan Musk terhadap pasokan chip AI di masa depan.

Baca juga: Nvidia Bawa Superchip RTX Spark ke Laptop, Intel dan AMD Terancam

Saat ini, SpaceX tengah bersiap melantai di bursa dengan valuasi sekitar 1,75 triliun dollar AS atau sekitar Rp 28.500 triliun. Jika target tersebut tercapai, SpaceX akan langsung masuk jajaran perusahaan paling bernilai di dunia.

Nilainya bahkan jauh melampaui Intel yang saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar 600 miliar dollar AS.

Dengan kata lain, dari sisi ukuran perusahaan, SpaceX sudah memiliki skala yang cukup besar untuk mempertimbangkan akuisisi perusahaan semikonduktor terbesar di Amerika Serikat tersebut.

Namun pertanyaan yang lebih menarik bukanlah "apakah mampu membeli Intel", melainkan "mengapa SpaceX membutuhkan Intel?"

AI membuat chip menjadi aset strategis

Dalam beberapa tahun terakhir, Musk terus memperluas kerajaan teknologinya.

SpaceX kini tidak hanya mengoperasikan bisnis roket dan satelit Starlink. Perusahaan itu juga telah mengintegrasikan xAI, perusahaan pengembang chatbot Grok, ke dalam ekosistemnya.

Nilai gabungan SpaceX dan xAI bahkan sempat diperkirakan mencapai lebih dari 1,25 triliun dollar AS. Masalahnya, seluruh bisnis AI membutuhkan komponen yang sama: chip.

Saat ini pasar chip AI praktis didominasi Nvidia. Hampir semua perusahaan AI besar, mulai dari OpenAI, Google, Anthropic hingga xAI, berlomba mendapatkan akses ke GPU dan kapasitas manufaktur semikonduktor.

Di sinilah Intel memiliki nilai strategis.

Prosesor Intel Core Ultra Series 3 digenggam oleh karyawan pabrik Intel.Intel Prosesor Intel Core Ultra Series 3 digenggam oleh karyawan pabrik Intel.

Meski tertinggal dalam perlombaan AI dibanding Nvidia, Intel masih memiliki aset yang sangat sulit ditiru, yakni jaringan pabrik semikonduktor canggih di Amerika Serikat dan pengalaman puluhan tahun dalam manufaktur chip.

Bahkan pada April 2026, Intel sudah lebih dulu bekerja sama dengan Tesla dan SpaceX dalam proyek pabrik chip AI bernama Terafab.

Baca juga: Intel Resmi Gabung Terafab, Proyek Chip AI Raksasa Milik Elon Musk

Proyek tersebut dirancang untuk memproduksi chip AI dalam skala sangat besar guna memenuhi kebutuhan kendaraan otonom Tesla, robot Optimus, hingga pusat data AI milik xAI.

Artinya, hubungan bisnis antara Intel dan perusahaan-perusahaan Musk sebenarnya sudah mulai terjalin.

Bukan sekadar membeli perusahaan chip

Jika skenario akuisisi benar-benar terjadi, tujuan utamanya kemungkinan bukan mengejar bisnis prosesor PC Intel yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama perusahaan.

Yang lebih berharga adalah kendali atas rantai pasok chip.

Saat ini Musk memiliki perusahaan AI (xAI), internet satelit (Starlink), media sosial (X), kendaraan listrik (Tesla), robot humanoid (Optimus), hingga perusahaan antariksa (SpaceX). Hampir seluruh bisnis tersebut membutuhkan daya komputasi dan chip dalam jumlah besar.

Dengan menguasai Intel, Musk berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap Nvidia, TSMC, maupun pemasok lain.

Secara sederhana, langkah ini akan memberi Musk kendali lebih besar atas "bahan bakar" utama era AI, yakni semikonduktor.

Masih banyak hambatan

Meski terdengar menarik, peluang akuisisi Intel masih menghadapi hambatan besar.

Ilustrasi chip Intel Enpirion.GSMArena Ilustrasi chip Intel Enpirion.

Pertama adalah nilai transaksi. Yahoo Finance dikutip KompasTekno, memperkirakan akuisisi semacam ini bisa mencapai sekitar 1 triliun dollar AS atau hampir Rp 16.300 triliun, menjadikannya salah satu transaksi korporasi terbesar sepanjang sejarah.

Kedua adalah faktor politik.

Intel merupakan salah satu aset strategis industri semikonduktor Amerika Serikat. Akuisisi oleh perusahaan lain, apalagi dengan nilai fantastis, hampir pasti akan mendapat pengawasan ketat dari regulator dan pemerintah AS.

Selain itu, hingga kini tidak ada indikasi resmi bahwa Intel sedang mencari pembeli atau bahwa SpaceX sedang menyiapkan akuisisi tersebut.

Karena itu, prediksi ini masih berada pada ranah analisis pasar, bukan rencana bisnis yang sedang dijalankan.

Meski demikian, spekulasi tersebut menunjukkan satu hal penting: SpaceX kini tidak lagi dipandang hanya sebagai perusahaan roket.

Dengan valuasi yang mendekati 2 triliun dollar AS dan ambisi besar di bidang AI, perusahaan Elon Musk mulai dilihat sebagai calon konglomerat teknologi yang suatu hari bisa ikut menentukan masa depan industri chip global.

Tag:  #elon #musk #diprediksi #akuisisi #intel #lewat #spacex

KOMENTAR