IEA Sebut WFH Jadi Langkah Tepat Hadapi Krisis Energi Global
Ilustrasi produksi minyak, harga minyak mentah. (SHUTTERSTOCK/GOLDEN DAYZ)
13:32
22 Maret 2026

IEA Sebut WFH Jadi Langkah Tepat Hadapi Krisis Energi Global

- Dunia saat ini tengah bersiap menghadapi potensi krisis ekonomi secara global akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Badan Energi Internasional (IEA) menilai mengandalkan pasokan tidak akan cukup untuk meredam gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.

Alih-alih menunggu pemulihan produksi yang terganggu, penurunan permintaan dinilai dapat mengurangi tekanan terhadap konsumen serta membantu menurunkan harga dengan lebih cepat.

Baca juga: AS Buka Keran Minyak Iran Sebulan, Pasokan Belum Tentu Mengalir

ilustrasi bensin.canva.com ilustrasi bensin.

IEA menyebut, meminimalkan penggunaan transportasi darat dan udara, bekerja dari rumah jika memungkinkan, serta beralih ke metode memasak berbasis listrik disebut dapat membantu meredam dampak krisis bagi masyarakat.

Meningkatnya risiko geopolitik telah mengguncang pasar, mendorong kenaikan harga minyak mentah sekaligus meningkatkan biaya produk olahan seperti solar dan bahan bakar pesawat.

Hal ini berdampak langsung pada sektor transportasi, logistik, hingga harga barang konsumsi.

Harga minyak telah melonjak lebih dari 40 persen sejak dimulainya konflik AS-Iran pada 28 Februari, mencapai level tertinggi sejak 2022 akibat terganggunya pasokan, terutama karena penutupan efektif Selat Hormuz.

Baca juga: Harga Energi Melonjak, AS Izinkan Penjualan Minyak Iran di Laut

Selat tersebut merupakan jalur laut sempit di lepas pantai Iran yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, serta biasanya dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.

Sejumlah negara pun mulai memanfaatkan cadangan minyak strategis, dengan rencana pelepasan ratusan juta barrel ke pasar.

ilustrasi minyak mentahSHUTTERSTOCK ilustrasi minyak mentah

IEA pekan lalu menyepakati pelepasan 400 juta barrel minyak untuk mengatasi gangguan pasokan akibat konflik Iran.

Ini adalah langkah terbesar dalam sejarah organisasi tersebut meski belum menetapkan waktu pasti distribusinya ke pasar.

Baca juga: AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran Selama 30 Hari demi Stabilkan Harga

Di tengah upaya pemerintah menangani gangguan pasokan, pengurangan konsumsi secara terkoordinasi dinilai dapat menjadi solusi tercepat.

“Menangani sisi permintaan adalah langkah penting dan segera untuk mengurangi tekanan terhadap konsumen dengan meningkatkan keterjangkauan serta menjaga ketahanan energi,” ujar IEA, dikutip dari CNBC, Minggu (22/3/2026).

Sejumlah langkah yang dapat dilakukan rumah tangga dan pelaku usaha antara lain mendorong kerja jarak jauh, meningkatkan penggunaan transportasi umum dan berbagi kendaraan, serta mengurangi perjalanan udara yang tidak mendesak.

Fokus utama kebijakan ini adalah sektor transportasi darat yang menyumbang sekitar 45 persen konsumsi minyak global.

Baca juga: IEA Peringatkan Krisis Minyak Terbesar, Dorong WFH hingga Berkendara Lebih Pelan

Bekerja dari rumah dapat mengurangi kebutuhan bahan bakar untuk perjalanan harian.

Selain itu, pembatasan kecepatan kendaraan, peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, serta pembatasan penggunaan kendaraan di kota-kota juga dapat menekan konsumsi bahan bakar.

Pengalihan penggunaan elpiji dari sektor transportasi ke kebutuhan esensial seperti memasak juga dinilai dapat membantu menjaga harga tetap stabil, termasuk dengan mendorong penggunaan alternatif memasak yang lebih bersih.

Sejumlah negara juga mulai menyiapkan kebijakan fiskal untuk meredam tekanan terhadap konsumen dan mencegah lonjakan harga energi yang dapat memicu inflasi.

Baca juga: Harga Emas dan Perak Dunia Anjlok di Tengah Lonjakan Minyak dan Risiko Inflasi Global

Spanyol, misalnya, berencana menurunkan pajak pertambahan nilai (PPN) bahan bakar dari 21 persen menjadi 10 persen, serta menghapus pajak listrik sebesar 5 persen.

Italia telah memangkas bea cukai bahan bakar, sementara Jerman tengah mempertimbangkan berbagai langkah untuk melindungi konsumen, termasuk kemungkinan penerapan pajak tambahan terhadap perusahaan minyak.

Pada perdagangan Jumat pagi, harga minyak Brent untuk pengiriman Mei 2026 naik 1,3 persen menjadi 109,93 dollar AS per barrel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2026 cenderung stabil di level 96,20 dollar AS per barrel.

Tag:  #sebut #jadi #langkah #tepat #hadapi #krisis #energi #global

KOMENTAR