Bima Arya Pimpin HUT Otonomi Daerah ke-30, Dihadiri Rano Karno hingga Khofifah
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 di Plaza Kemendagri, Jakarta, Senin (27/4/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
08:58
27 April 2026

Bima Arya Pimpin HUT Otonomi Daerah ke-30, Dihadiri Rano Karno hingga Khofifah

- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Plaza Kemendagri, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Pantauan Kompas.com di lokasi, upacara yang digelar pada pagi hari ini dihadiri sekitar 29 kepala daerah.

Baca juga: Ujian Serius bagi Otonomi Daerah jika Kepala Daerah Dipilih Lagi oleh DPRD

Beberapa kepala daerah yang turut hadir adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Para kepala daerah duduk di kursi yang ada di dekat mimbar upacara. Mereka mengenakan pakaian dinas PDL warna putih.

Dalam amanat upacaranya, Bima menyampaikan beberapa pesan mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pesan tersebut terkait evaluasi dan juga rencana-rencana konsolidasi untuk menyempurnakan otonomi daerah.

"Ada satu kata yang sangat lekat dengan otonomi daerah. Satu kata yang menjadi roh dari otonomi daerah dibandingkan dengan sistem yang lain, yaitu kewenangan. Kewenangan inilah yang menjadi pembeda antara 30 tahun otonomi daerah dengan era sebelumnya," ucap Bima dalam amanatnya.

Baca juga: Tiga Dekade Otonomi Daerah: Mencari Titik Keseimbangan

Menurutnya, otonomi daerah ini adalah proses tanpa henti. Otonomi daerah juga bukan hal yang statis dan tidak berubah.

Dia mengatakan 30 tahun adalah proses untuk terus menyempurnakan, memperbaiki, mengevaluasi otonomi daerah melalui konsepsi kewenangan yang lekat dengan otonomi daerah.

Bima menegaskan, kewenangan tanpa kemampuan adalah angan-angan.

Baca juga: Korupsi Kepala Daerah Mengkhianati Otonomi Daerah

Politikus PAN ini menegaskan bahwa otonomi daerah bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tanggung jawa untuk terus memberikan, menghadirkan pelayanan publik serta membangun pemerintahan yang berintegritas.

"Kewenangan tanpa integritas jugahanya melahirkan kesewenang-wenangan dan operasi tangkap tangan," ucap Bima

"Desentralisasi tanpa diiringi dan diimbangi oleh keadilan juga hanya akan memproduksi ketimpangan-ketimpanga," lanjutnya.

Tag:  #bima #arya #pimpin #otonomi #daerah #dihadiri #rano #karno #hingga #khofifah

KOMENTAR