Ultimatum Trump ke Iran buat Harga Minyak Makin ''Mendidih'', Bertahan Hingga 2027?
- Harga minyak terus mendidih setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz tanpa batas waktu.
Langkah tersebut merupakan tanggapan atas ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang pemulihan lalu lintas minyak melalui jalur air penting tersebut.
Sementara itu, Goldman Sachs pada hari Jumat memperkirakan harga minyak yang tinggi tersebut dapat bertahan hingga 2027.
Minyak mentah Brent, patokan global, naik 1,69 persen menjadi sekitar 114,09 dollar AS per barel pada pembukaan perdagangan.
Di samping itu, harga minyak mentah AS naik 2 persen menjadi 100,29 dollar AS.
Baca juga: Tren Harga Minyak Dunia di Atas 100 Dollar AS Diprediksi Bisa Berlangsung hingga 2027
Akhir pekan ini, Trump mengatakan Amerika Serikat akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali pada Senin malam.
Sebagai tanggapan, jika Trump melakukan hal tersebut, Iran akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz dan tidak akan membukanya kembali sampai semua pembangkit listrik yang hancur dibangun kembali.
Iran juga mengatakan akan menargetkan infrastruktur energi dan komunikasi AS dan Israel di kawasan tersebut.
Sedikit catatan, perang di Iran, yang memasuki pekan keempat, telah menyebabkan gangguan besar pada pasokan minyak.
Hal tersebut terutama karena penutupan efektif selat tersebut, yang merupakan jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia.
Harga minyak yang tinggi juga mendorong harga bensin lebih tinggi bagi warga AS. Harga rata-rata satu galon bensin di AS mencapai 3,94 dollar AS pada hari Minggu, naik hampir satu dolar sejak awal perang.
Kepala analisis perminyakan di GasBuddy, Patrick De Haan, mengatakan, satu galon bensin bisa mencapai 4 dollar AS pada hari awal pekan ini.
Menurut dia, harga gas akan lambat pulih bahkan setelah perang berakhir
“Prosesnya akan berjalan sangat lambat selama ini terus berlanjut, karena dibutuhkan waktu lebih lama bagi pasar global untuk pulih,” kata dia dikutip dari CNN, Senin (23/3/2026).
Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan warga Amerika akan memilih harga yang naik sementara jika itu berarti perdamaian selama beberapa dekade di Timur Tengah.
Di sisi lain, kontrak berjangka saham juga turun pada pembukaan perdagangan hari Minggu.
Kontrak berjangka indeks Dow turun 0,6 persen, atau 237 poin. Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,6 persen, sementara kontrak berjangka Nasdaq turun 0,8 persen.
Tag: #ultimatum #trump #iran #buat #harga #minyak #makin #mendidih #bertahan #hingga #2027