Kemenhub Imbau Arus Balik Manfaaatkan WFA, Cegah Kepadatan ke Jabodetabek
– Arus balik Lebaran 2026 diprediksi mencapai puncak dengan lonjakan signifikan kendaraan menuju Jabodetabek. Pemerintah mendorong strategi kerja fleksibel sebagai salah satu cara meredam kepadatan tersebut.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mengatur waktu kepulangan secara lebih longgar.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan, puncak arus balik pada 24 Maret 2026 diperkirakan diwarnai lonjakan kendaraan hingga 285.000 unit di jalur tol menuju Jabodetabek.
"Kami imbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan waktu WFA yang diberikan agar bisa kembali pada tanggal 25, 26, atau 27 Maret," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).
Baca juga: Arus Balik Lebaran, Lalin Tol Trans Sumatera Melonjak 122,88 Persen
WFA Jadi Strategi Urai Kepadatan
Menurut Aan, fleksibilitas waktu kerja menjadi kunci untuk menghindari penumpukan kendaraan secara masif seperti yang terjadi pada arus mudik sebelumnya.
Ia menyebut, kebijakan WFA saat ini telah diterapkan di sektor pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN). Namun, peran sektor swasta dinilai penting untuk memperluas dampak kebijakan tersebut.
"Harapan kami, pengusaha swasta memberi kelonggaran kepada para pegawainya untuk memanfaatkan WFA dalam mengatur waktu kepulangan," kata dia.
Dengan distribusi waktu perjalanan yang lebih merata, kepadatan lalu lintas di jalur tol diharapkan dapat ditekan, sehingga perjalanan pemudik menjadi lebih aman dan nyaman.
Baca juga: Arus Balik, 285.000 Kendaraan Diprediksi Padati Tol pada Esok Hari
Pergerakan Kendaraan Sudah Capai 39,9 Persen
Data Jasa Marga mencatat, hingga 22 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, sebanyak 39,9 persen kendaraan telah kembali ke Jakarta dari total proyeksi 3,4 juta kendaraan selama periode arus balik.
Perhitungan tersebut berasal dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama (Cikatama), dan GT Kalihurip Utama.
Kemenhub juga mengingatkan pemudik untuk memanfaatkan fasilitas istirahat secara bijak demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.
"Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan rest area sebaik-baiknya. Maksimalkan waktu 30 menit supaya bisa bergantian dengan yang lainnya atau manfaatkan tempat istirahat di luar jalur tol," ujar Aan.
Ia menegaskan, berhenti di bahu jalan harus dihindari karena berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan serta kemacetan.
Dengan koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kemenhub berharap arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, dan nyaman.
Tag: #kemenhub #imbau #arus #balik #manfaaatkan #cegah #kepadatan #jabodetabek