MORA Siap Akuisisi MyRepublic, Investor Hadapi Risiko Dilusi 50,5 Persen
Merger adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih sehingga membentuk sebuah perusahaan baru hasil merger. Sedangkan akuisisi adalah pengambilalihan suatu perusahaan oleh perusahaan lain dengan cara menguasai saham atau aset perusahaan tersebut.(Freepik)
08:08
25 Maret 2026

MORA Siap Akuisisi MyRepublic, Investor Hadapi Risiko Dilusi 50,5 Persen

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menyiapkan rencana penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik (EMR), penyedia layanan internet dengan merek MyRepublic.

Rencana ini akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Maret 2026.

“PT Mora Telematika Indonesia Tbk akan menjadi perusahaan yang akan melanjutkan kegiatan usahanya,” tertulis dalam dokumen yang diunggah Manajemen MORA di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia.

Baca juga: Rencana Merger 2 Fintech Syariah Gagal, OJK Sebut Belum Ada Kesepakatan

Skema merger

Penggabungan dilakukan melalui mekanisme pertukaran saham. Pemegang saham EMR akan menerima saham baru MORA dengan rasio konversi tinggi.

Rasio yang disepakati mencapai 1 saham EMR ditukar menjadi 7.703,807548 saham MORA.

Investor lama MORA akan mengalami penurunan porsi kepemilikan secara signifikan.

“Penggabungan akan mengakibatkan penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) … sebesar 50,50%,” tertulis dalam dokumen dari Manajemen MORA.

Kepemilikan investor eksisting akan turun sekitar setengah setelah penerbitan saham baru untuk pemegang saham EMR.

Baca juga: Moratelindo (MORA) dan My Republic Segera Merger, Simak Rencananya

Alasan strategis merger

Langkah ini menggabungkan dua kekuatan di sektor internet dan infrastruktur digital.

MORA memiliki jaringan backbone serat optik sepanjang 57.779 kilometer dan bisnis pusat data di enam kota besar. Fokus usaha berada pada infrastruktur, konektivitas, dan segmen enterprise.

EMR atau MyRepublic bergerak di layanan broadband ritel. Hingga September 2025, EMR memiliki 8,79 juta homepass dan lebih dari 1,5 juta pelanggan.

Kombinasi ini menunjukkan arah integrasi vertikal. MORA memperluas akses ke pelanggan ritel. MyRepublic memperoleh dukungan infrastruktur yang lebih luas.

Baca juga: Kinerja 2025 Tumbuh Double Digit, Apa Dampak Merger XLSMART (EXCL)?

Risiko yang perlu diperhatikan

Manajemen mengakui adanya risiko utama pada tahap integrasi.

Dokumen menyebut, “Risiko utama yang mungkin timbul akibat penggabungan usaha adalah risiko biaya dan pelaksanaan integrasi.”

Integrasi jaringan, sistem, dan basis pelanggan berpotensi memicu biaya tambahan. Gangguan operasional jangka pendek juga bisa muncul.

Rencana ini belum efektif. Persetujuan dari regulator dan pemegang saham masih diperlukan.

“Rancangan Penggabungan ini belum dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan dan belum memperoleh persetujuan dari RUPSLB,” tulis manajemen.

Penolakan dalam RUPSLB akan membuat proposal baru baru bisa diajukan kembali setelah 12 bulan. Keputusan akhir akan ditentukan dalam RUPSLB pada 26 Maret 2026.

Tag:  #mora #siap #akuisisi #myrepublic #investor #hadapi #risiko #dilusi #persen

KOMENTAR