Angkutan Lebaran 2026 Dievaluasi, Kemenhub Usul Pelabuhan Alternatif Bali
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melakukan evaluasi penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, khususnya di wilayah Bali.
Evaluasi ini dilakukan sebagai upaya peningkatan layanan transportasi pada periode angkutan berikutnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan menyampaikan, kepadatan yang sempat terjadi di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk selama arus mudik Lebaran 2026 menjadi catatan penting.
Baca juga: Korsel Berlakukan Travel Warning, Kementrian Pariwisata Diminta Perbaiki Citra Bali
Kepadatan kendaraan pemudik terlihat di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, saat antrean mulai terurai dan seluruh kendaraan diarahkan masuk ke buffer zone, Rabu (18/3/2026).
Menurut Aan, persoalan tersebut berkaitan dengan pengelolaan transportasi di simpul penyeberangan yang memiliki keterbatasan kapasitas dalam menampung kendaraan.
“Ada pengelolaan awal yang kurang maksimal salah satunya pemanfaatan buffer zone padahal pengelolaannya jadi salah satu kunci untuk mengatur kendaraan yang berangkat ke pelabuhan. Pelabuhan mana pun harus ada buffer zone, karena sifat pelabuhan terbatas menampung kendaraan, jadi harus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk kita perbaiki bersama,” ujar Aan dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan, untuk mencegah terulangnya kondisi serupa, perlu dilakukan pencarian lokasi buffer zone tambahan sebelum menuju Pelabuhan Gilimanuk guna mendukung sistem pengaturan kendaraan.
Aan juga mendorong pemerintah daerah untuk berperan dalam penyediaan lahan yang dapat digunakan sebagai kantong parkir atau buffer zone di lokasi yang tidak jauh dari pelabuhan.
Baca juga: Taksi Air Bali Dikebut, Waktu Tempuh Bandara–Canggu Dipangkas Jadi 30 Menit
Selain optimalisasi buffer zone, Kemenhub juga menyoroti pentingnya penyediaan pelabuhan alternatif di Bali.
Hal ini dinilai perlu untuk mengurangi ketergantungan pada lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang selama ini menjadi jalur utama.
“Aan menambahkan, selain mengatur buffer zone, perlu juga menyediakan pelabuhan alternatif di Bali, untuk mengurangi ketergantungan dan beban berlebih di lintas Ketapang-Gilimanuk, seperti yang sudah diterapkan di lintas Merak-Bakauheni. Salah satu pelabuhan yang dapat dijadikan alternatif adalah Celukan Bawang untuk membantu mengurai kepadatan saat terjadi lonjakan volume kendaraan di Gilimanuk,” jelas Aan.
Di sisi lain, keterbatasan lahan di kawasan Gilimanuk juga menjadi perhatian. Untuk itu, Ditjen Perhubungan Darat mendorong penambahan infrastruktur berupa dermaga plengsengan di area dekat Pelabuhan Gilimanuk, tepatnya di kawasan Pantai Cemara atau area buffer zone kargo.
Baca juga: Menhub Dudy Buka-bukaan Penyebab Kemacetan Horor di Gilimanuk Bali Saat Lebaran-Nyepi
“Kemudian karena lahan dan area Gilimanuk terbatas perlu menambahkan dermaga plengsengan di area dekat pelabuhan Gilimanuk yakni area Pantai Cemara/area *buffer zone* cargo untuk menambah kapasitas pelabuhan. Diharapkan dermaga tersebut sudah harus bisa beroperasi saat Nataru 2026 dan Lebaran 2027,” jelas Aan.
Selain itu, peningkatan kapasitas angkut kapal juga menjadi fokus perhatian. Ditjen Perhubungan Darat terus berkoordinasi dengan operator penyeberangan agar kapal dengan kapasitas lebih besar dapat dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pergerakan kendaraan yang menyeberang serta meminimalkan antrean di pelabuhan.
Seluruh upaya ini ditargetkan menjadi solusi dalam menghadapi periode angkutan Natal dan Tahun Baru serta Lebaran pada tahun-tahun mendatang.
Baca juga: Bali Dikebut Benahi Infrastruktur, Macet hingga Abrasi Jadi Sorotan
Dengan demikian, simpul transportasi di Bali diharapkan dapat berfungsi lebih optimal.
“Kita ingin ke depan perjalanan masyarakat dan distribusi logistik di Bali bisa lebih lancar, aman, dan terkelola dengan baik. Oleh karena itu, butuh koordinasi dan kerja sama semua pihak untuk merealisasikannya,” pungkas Aan.
Tag: #angkutan #lebaran #2026 #dievaluasi #kemenhub #usul #pelabuhan #alternatif #bali