Moody’s dan Fitch Turunkan Outlook, OJK Tegaskan Bank Kuat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).()
10:56
25 Maret 2026

Moody’s dan Fitch Turunkan Outlook, OJK Tegaskan Bank Kuat

- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja industri perbankan masih solid. Pertumbuhan juga dinilai tetap positif.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, revisi outlook negatif oleh Moody’s dan Fitch tidak dipicu faktor fundamental bank. Perubahan ini mengikuti outlook kredit sovereign Indonesia yang turun dari stabil menjadi negatif.

"Revisi outlook terhadap bank-bank besar Indonesia lebih dipicu perubahan outlook peringkat kredit sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif, yang turut memengaruhi persepsi risiko terhadap sektor perbankan nasional serta pengaruh faktor eksternal dinamika makroekonomi global," kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Ekonom Nilai OJK Belum Efektif Tangani Masalah Struktural Pasar Modal

Peringkat lembaga umumnya setara atau lebih rendah dari peringkat negara. Kondisi ini membuat perubahan pada sovereign berdampak ke sektor perbankan.

“Pada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi yang positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan DPK sebesar 13,48 persen (yoy),” imbuh Dian.

Kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tercatat 2,14 persen. Permodalan berada di level 25,87 persen.

Likuiditas juga kuat. Rasio alat likuid terhadap non core deposit (AL/NCD) mencapai 121,23 persen. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,54 persen. Liquidity coverage ratio (LCR) tercatat 197,92 persen. Seluruh indikator berada di atas ambang batas.

Kinerja bank besar dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga kuat. Rasio permodalan dan likuiditas dinilai memadai untuk meredam risiko.

Pertumbuhan kredit kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 mencapai 13,34 persen. Himbara mencatat 13,43 persen.

Pendanaan juga tumbuh tinggi. Dana pihak ketiga KBMI 4 naik 16,32 persen. Himbara tumbuh 16,38 persen. Angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tetap kuat.

Baca juga: OJK: Universal Banking Jadi Strategi Penguatan Industri Perbankan RI

Permodalan berada di level tinggi. Rasio capital adequacy ratio (CAR) Himbara sebesar 20,32 persen. KBMI 4 mencapai 22,33 persen.

"Hal ini memberikan ruang ekspansi bisnis yang memadai sekaligus menjadi bantalan yang kuat dalam mengantisipasi potensi risiko ke depan," terang Dian.

Kualitas aset tetap terjaga. Rasio NPL gross berada di kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen. Loan at risk (LaR) terkendali. Cadangan kerugian dibentuk secara memadai.

Kinerja laba sepanjang 2025 juga positif. Hasil ini mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, kualitas aset, dan manajemen risiko.

Peran intermediasi Himbara tetap stabil. Dukungan pembiayaan ke sektor riil dan program prioritas pemerintah terus berjalan.

OJK memastikan pengawasan tetap ketat. Prinsip kehati-hatian dan tata kelola terus dijaga.

Penyesuaian outlook dinilai tidak berdampak langsung pada akses pendanaan. Peringkat kredit bank KBMI 4 dan Himbara masih berada di level investment grade.

Struktur pendanaan perbankan masih didominasi dana domestik. Ketergantungan pada pendanaan eksternal relatif terbatas.

Perbankan juga telah menghitung kebutuhan pendanaan secara matang. Perhitungan mencakup biaya dan manfaat serta opsi sumber dana.

Dian menilai penyesuaian outlook bersifat sementara. Perubahan ini berpotensi berbalik jika kondisi ekonomi membaik.

"OJK bersama-sama dengan pemangku kepentingan lainnya, terutama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus mengawal serta menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan, agar ketahanan sektor perbankan senantiasa tetap terjaga dalam menghadapi dinamika dan pertumbuhan perekonomian,” tutup Dian.

Tag:  #moodys #fitch #turunkan #outlook #tegaskan #bank #kuat

KOMENTAR