BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi pelayanan Bank Syariah Indonesia. (BSI)
09:49
14 Mei 2026

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus mendukunh program pemerintah dalam mendorong ekonomi Indonesia.

Direktur Sales and Distribution, Anton Sukarna, mengungkap BSI berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah dan juga mendukung program perekonomian pemerintah melalui support terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG).

"BSI berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah dan juga mendukung program perekonomian pemerintah melalui support terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG," katanya di Jakarta, (14/5/2026).

Selain itu, BSI juga salurkan KUR yang masing-masing menjangkau lebih dari 80 ribu Koperasi dan 17,732 nasabah penerima KUR.

Dari sisi penyediaan rumah bersubsidi, BSI menyalurkan FLPP kuartal I sebanyak 894 nasabah. Adapun total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp5,7 triliun.

Selain itu, BSI juga berpartisipasi di dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) untuk UMKM.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Sementara itu, BSI mencatat tabungan tertinggi di industri. Hal tersebut didorong tingginya antusias berhaji yang berdampak pada lonjakan nasabah Tabungan Haji hingga menembus 7,25 juta di mana 1,2 juta merupakan generasi muda (Millenial dan Gen-Z).

Pertumbuhan Tabungan Haji mengantarkan BSI melanjutkan kinerja yang solid sejak merger, sekaligus menunjukkan bahwa dual licence, sebagai bank syariah dan bank emas sukses menumbuhkan customer base secara signifikan.

Sejak merger 1 Februari 2021, nasabah BSI tumbuh 9,26 juta, dan khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah bertambah 0,5 juta menjadi 23,7 juta.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan peningkatan customer base selanjutnya mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen (YOY), menjadi Rp376,8 triliun.

Tak hanya tinggi, DPK BSI tumbuh pada segmen dana murah (CASA) di mana Giro naik 24,17 persen (YOY) menjadi Rp71,7 triliun dan Tabungan tumbuh 20,18 persen (YOY) menjadi Rp164,5 triliun.

Total dana murah (CASA) tumbuh 21,36 persen (YOY) menjadi Rp236,2 triliun.

"Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,’’ ucapnya.

BSI, kata dia, fokus pada penumbuhan Tabungan Haji, Payroll, dan Tabungan Bisnis. Sebagai bank syariah dengan status persero, BSI berperan aktif mendukung antusiasme umat Islam Indonesia untuk berhaji.

Data BSI menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk berhaji terus melonjak di mana pada tahun 2023 pendaftar haji nasional 286,4 ribu naik menjadi 422,3 ribu pada 2025.

BSI menunjukkan dominasinya di dalam pendaftaran tabungan haji nasional dengan peningkatan market share semula 49,5 persen pada tahun 2023 menjadi 53,6 persen pada tahun 2025.

Aplikasi BYOND by BSI. [Tangkapan layar]Aplikasi BYOND by BSI. [Tangkapan layar]

Dari 422,3 ribu pendaftar haji sebanyak 226,4 ribu mendaftar melalui BSI. Untuk fase keberangkatan pun BSI mendominasi di mana pada tahun 2026 sebesar 83,5 persen dari total kuota keberangkatan adalah jemaah yang mendaftar lewat BSI.

Pendaftar haji Melalui BSI meningkat setiap tahun dengan didukung kemudahan pembukaan rekening melalui platform BYOND by BSI serta berbagai campaign program haji yang dilakukan secara nasional.

Peningkatan DPK mendorong total asset BSI per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp460,1 triliun yang mengantarkan BSI naik peringkat ke jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi masuk sebagai bank Persero pada 23 Januari 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank besar.

Layanan haji adalah bagian dari implementasi lisensi BSI sebagai bank syariah. Saat ini BSI juga sebagai satu satunya bank yang memperoleh lisensi emas yang terbukti meningkatkan inklusivitas, ditandai naiknya nasabah non-Muslim menjadi 12 persen.

“Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain. Pada Triwulan I 2026 BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1 persen (YOY). Kinerja tersebut adalah hasil dari implementasi strategi penurunan biaya dana,penjagaan kualitas pembiayaan serta pertumbuhan pendapatan berbasis fee," tutupnya.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #habiskan #rp198 #miliar #untuk #biayai #makan #bergizi #gratis

KOMENTAR