One Way Arus Balik Diperluas hingga KM 263, GT Cikampek Utama Tambah 26 Gardu
Arus balik Lebaran 2026 mulai mengalami peningkatan signifikan.
Untuk mengurai kepadatan kendaraan dari arah timur menuju Jakarta, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengoptimalkan operasional di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama sekaligus mendukung pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way.
Sebagai titik krusial pertemuan kendaraan dari Tol Trans Jawa, GT Cikampek Utama menjadi fokus utama pengaturan arus balik agar tetap lancar dan terkendali.
Baca juga: Pelaporan SPT Tahunan Diperpanjang hingga 30 April 2026, Wajib Pajak Punya Waktu Lebih Lama
One way arus balik diperluas bertahap
Rekayasa lalu lintas berupa one way lokal diterapkan secara bertahap mengikuti kondisi di lapangan. Penerapan awal dimulai dari KM 132 ruas Tol Cikopo–Palimanan hingga KM 70 di GT Cikampek Utama pada pukul 08.47 WIB.
Seiring meningkatnya volume kendaraan, skema ini kemudian diperluas dari KM 263 ruas Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama pada pukul 10.23 WIB.
Baca juga: Tabel KUR BSI 2026 Pinjaman 50 Juta, Cicilan Mulai Rp 1,5 Juta per Bulan
Kebijakan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melalui komunikasi radio sebagai bagian dari koordinasi pengendalian lalu lintas nasional.
Pemberlakuan one way bersifat situasional dan mengacu pada diskresi Kepolisian, sehingga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi arus kendaraan di lapangan.
Baca juga: Tarif Tol Semarang–Batang Terbaru 2026, Berapa Biaya dari Batang ke Kalikangkung?
GT Cikampek Utama operasikan hingga 26 gardu
Untuk mendukung kelancaran arus balik, JTT mengoptimalkan pelayanan di GT Cikampek Utama dengan mengoperasikan 22 gardu tol ke arah Jakarta.
Jumlah tersebut dapat ditingkatkan hingga 26 gardu secara situasional guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada puncak arus balik.
Baca juga: Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Paklaring, Ini Syarat dan Langkahnya
Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menyatakan bahwa seluruh sumber daya operasional telah disiagakan untuk memastikan pelayanan tetap optimal.
“JTT mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan Kepolisian. Kami memastikan arus kendaraan tetap bergerak lancar dan pengguna jalan tetap merasa aman dan nyaman,” ujarnya Ria dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Tarif Tol Trans Jawa Terbaru 2026: Jakarta–Semarang Rp 467.500, Jakarta–Surabaya Rp 986.500
Arus balik Lebaran 2026 di GT Kalikangkung
Pemantauan lalu lintas real time
Selain penambahan gardu, JTT juga mengoptimalkan berbagai aspek layanan, mulai dari penambahan petugas di lapangan hingga percepatan transaksi di gerbang tol.
Pemantauan kondisi lalu lintas dilakukan secara real time melalui CCTV yang terintegrasi dengan pusat pengendalian, sehingga respons terhadap kepadatan dapat dilakukan lebih cepat.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini (27/3) Anjlok, Turun Rp 40.000 per Gram
JTT mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, terutama di tengah penerapan rekayasa lalu lintas.
Pengguna jalan diimbau mengatur rute perjalanan, memastikan kondisi kendaraan, menyiapkan saldo uang elektronik yang cukup, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini, pengguna jalan dapat menghubungi One Call Center Jasa Marga di 133 atau menggunakan aplikasi Travoy.
Dengan optimalisasi layanan dan penerapan one way arus balik secara bertahap, diharapkan perjalanan kembali ke Jakarta dapat berlangsung lebih lancar dan aman.
Baca juga: Cara Mudah Cek Tarif Tol Lewat Google Maps, Ini Panduannya
Tag: #arus #balik #diperluas #hingga #cikampek #utama #tambah #gardu