Zulhas Minta Warga Tak Panic Buying, Stok Pangan Aman
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta masyarakat tidak berebut membeli stok pangan.
Zulhas mengatakan, stok bahan pangan Indonesia cukup dan tidak terkendala sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir dengan dampak perang di Timur Tengah.
“Jadi tidak usah khawatir apalagi berebut membeli stoknya berlebihan, enggak perlu. Cukup secukupnya ya, karena stoknya aman dan terkendali,” kata Zulhas saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: Harga Plastik Melonjak Drastis: Pedagang Pasar Minggu Mengeluh ke Zulhas
Menurut Zulhas, Indonesia tidak menghadapi persoalan apa pun terkait ketersediaan pangan akibat perang Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran.
Kebijakan pangan Presiden Prabowo Subianto sudah tepat karena mengantisipasi potensi perang sejak jauh-jauh hari.
“Kita bersyukur bahwa kebijakan Bapak Presiden dari jauh hari tepat, bahwa kita harus swasembada pangan,” ujar Zulhas.
Prabowo telah mengumumkan Indonesia mencapai swasembada beras karena tidak mengimpor dari luar negeri sepanjang 2025 pada awal Januari lalu.
Baca juga: Zulhas dan Mendag Ke Pasar Minggu, Cabai Rawit Masih Rp 100.000 Per Kilo
Stok beras dalam negeri tahun lalu bahkan surplus hingga 4 juta ton dan diperkirakan akan mengalami surplus yang sama pada 2026.
“Jadi insyaallah kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stoknya ya,” tutur Zulhas.
Stok bahan pokok seperti jagung, daging ayam, telur, dan sayur-sayuran juga aman karena diproduksi di dalam negeri.
Adapun bahan pangan seperti gandum dan kedelai yang masih mengandalkan impor juga tidak terdampak perang karena dipasok dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.
Baca juga: Zulhas: Proyek PSEL Dimulai Juni, Pemerintah Kejar Solusi Sampah Kota
“Tidak ada pangan yang tergantung kepada Timur Tengah, enggak ada,” kata Zulhas.
Sebagaimana diketahui, perang di Timur Tengah berdampak pada pembatasan lalu lintas di perairan Selat Hormuz.
Kondisi itu membuat harga minyak dunia melambung karena ekspor negara-negara Teluk sebagai produsen utama bahan bakar terhambat.
Kenaikan harga minyak mengerek biaya logistik karena bergantung pada bahan bakar.
Tag: #zulhas #minta #warga #panic #buying #stok #pangan #aman