Antrean Panjang Ketapang-Gilimanuk: Kemenhub Rancang Perbaikan Total
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan, kemacetan parah di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk selama Lebaran 2026 menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan ke depan.
Dudy mengatakan, pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang perlu dibenahi, mulai dari konsistensi kebijakan hingga kesiapan infrastruktur pendukung.
“Oh tentunya itu menjadi sebuah bahan evaluasi dalam pelaksanaan ke depan,” ujar Dudy pada penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran 2026, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Arus Balik Ketapang Memuncak, ASDP Layani 49.523 Penumpang
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang akan diperkuat adalah penerapan kebijakan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) agar lebih konsisten di lapangan.
Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan buffer zone atau kantong parkir yang memadai guna mengatur arus kendaraan sebelum memasuki pelabuhan.
“Kami sudah bisa memetakan beberapa hal seperti misalnya konsistensi dari pemberlakuan SKB, kemudian juga menyiapkan buffer zone yang memadai sehingga bisa mengatur flow dari kendaraan-kendaraan yang akan memasuki pelabuhan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kemenhub juga mempertimbangkan penyesuaian kapasitas kapal yang beroperasi di lintasan tersebut untuk mengurangi antrean panjang.
Baca juga: Antisipasi Puncak Arus Balik, Kapal di Ketapang Bisa Ditambah hingga 40 Unit
“Dan yang terakhir kami juga mempertimbangkan dan juga akan meminta kepada operator untuk mengganti ukuran dari kapal yang melayani penyeberangan,” tambah Dudy.
Menurut dia, berbagai langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan penyeberangan pada musim mudik berikutnya.
Antrean kendaraan roda empat pemudik di area parkir utama Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, jawa Timur. Minggu (29/3/2026).
Dudy juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 cukup tinggi.
Berdasarkan data, jumlah orang yang melakukan perjalanan mencapai 147,55 juta atau meningkat 2,53 persen dibandingkan hasil survei sebelumnya sebesar 143,92 juta orang.
Baca juga: Arus Balik, ASDP: 47.945 Kendaraan Kembali ke Bali via Ketapang–Gilimanuk
Dari sisi angkutan umum, total penumpang tercatat sebanyak 23,54 juta orang atau naik 10,87 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 21,23 juta penumpang.
Kenaikan terjadi di seluruh moda transportasi.
Angkutan jalan melayani 3,89 juta penumpang atau naik 11,64 persen, angkutan laut 2,02 juta penumpang naik 9,86 persen, dan angkutan udara sebanyak 4,77 juta penumpang meningkat 6,97 persen.
Sementara itu, kereta api mencatat 7,31 juta penumpang atau naik 10,13 persen, dan moda penyeberangan menjadi yang tertinggi pertumbuhannya dengan 5,52 juta penumpang atau meningkat 15,36 persen.
Baca juga: Hadapi Kepadatan Kendaraan di Ketapang–Gilimanuk, Kemenhub Atur Operasional hingga Tambah Armada
“Harapannya bahwa dengan perbaikan-perbaikan tersebut kita bisa melakukan pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.
Tag: #antrean #panjang #ketapang #gilimanuk #kemenhub #rancang #perbaikan #total