Resmi, ASN WFH Setiap Jumat Mulai 1 April 2026
Pemerintah menerapkan kebijakan WFH ASN atau kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN). Skema ini berlaku satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat, baik di instansi pusat maupun daerah.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan konsumsi energi di tengah tekanan global, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut kebijakan ini juga diarahkan untuk mendorong perubahan pola kerja yang lebih efisien dan berbasis digital.
“Pemerintah menetapkan kebijakan transformasi budaya yang mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Kalender April 2026: Tanggal Merah, Libur, dan Long Weekend
WFH ASN berlaku mulai 1 April 2026
Aturan WFH ASN setiap Jumat dituangkan dalam surat edaran bersama dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Kementerian Dalam Negeri.
Melalui kebijakan ini, ASN diwajibkan bekerja dari rumah selama satu hari dalam seminggu, sementara hari kerja lainnya tetap dilakukan seperti biasa di kantor.
Pemerintah juga mendorong sektor swasta untuk menerapkan pola serupa. Namun, implementasinya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing sektor usaha.
Pengaturannya akan dituangkan lebih lanjut melalui surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Baca juga: Rincian Tarif Listrik PLN per 1 April 2026 untuk Pelanggan Subsidi dan Nonsubsidi
Ilustrasi ASN. WFH ASN. ASN WFH setiap hari Jumat.
Tekan mobilitas dan konsumsi energi
Penerapan WFH ASN dikaitkan langsung dengan upaya menekan mobilitas harian masyarakat.
Pemerintah menargetkan pengurangan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, kecuali untuk kebutuhan operasional dan kendaraan listrik.
Selain itu, ASN didorong untuk lebih banyak menggunakan transportasi umum guna mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Tak hanya itu, kebijakan efisiensi juga mencakup pembatasan perjalanan dinas. Perjalanan dalam negeri dipangkas hingga 50 persen, sementara perjalanan luar negeri ditekan hingga 70 persen.
Baca juga: Harga BBM 1 April 2026 Diprediksi Naik, Ini Kata Pertamina
Potensi penghematan capai ratusan triliun
Dari sisi fiskal, pemerintah memperkirakan kebijakan WFH ASN akan memberikan dampak signifikan terhadap anggaran negara.
Penghematan dari kompensasi BBM diproyeksikan mencapai Rp62 triliun. Sementara itu, pengurangan konsumsi BBM di masyarakat diperkirakan mencapai Rp59 triliun.
Secara keseluruhan, kebijakan ini dinilai mampu mendorong efisiensi anggaran sekaligus mengurangi beban subsidi energi.
Baca juga: Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax DJP, Batas Diperpanjang hingga 30 April 2026
Berlaku dua bulan, akan dievaluasi
Kebijakan WFH ASN mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.
Pemerintah menilai langkah ini bukan sekadar respons jangka pendek, tetapi bagian dari transformasi pola kerja menuju sistem yang lebih modern dan efisien.
“Situasi ini bukanlah hambatan, melainkan momentum bagi kita untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku yang modern dan efisien,” kata Airlangga.
Baca juga: Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 10 Juta, Cicilan Mulai Rp 198.000 per Bulan
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah Terapkan WFH ASN Setiap Jumat Mulai 1 April".