Deretan Saham Layak Dicermati Rabu 1 April, Saat IHSG Melemah
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah setelah sempat dibuka menguat pada awal perdagangan, Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 0,61 persen atau turun 43,44 poin ke level 7.048,22 saat penutupan perdagangan Selasa. Sepanjang hari, indeks bergerak dalam rentang cukup lebar dengan level tertinggi di 7.155,55 dan terendah di 7.031,10.
IHSG sempat dibuka menguat di posisi 7.122,99, bahkan menyentuh zona hijau di 7.155. Namun, tekanan jual yang meningkat membuat indeks berbalik arah dan cenderung melemah hingga akhir sesi.
Aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan volume mencapai 27,26 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 14,97 triliun. Frekuensi perdagangan sebanyak 1,74 juta kali transaksi.
Tekanan terhadap IHSG tercermin dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 406 saham ditutup di zona merah, sementara 262 saham menguat dan 151 saham lainnya stagnan.
Seiring pelemahan tersebut, sejumlah analis memberikan rekomendasi teknikal untuk perdagangan Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Jadwal Pembagian Dividen BBCA Rp 281 Per Saham, Catat Tanggalnya
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dinilai masih berada dalam tren penurunan meskipun didominasi volume pembelian. Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan pergerakan BBCA saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [y].
Pada perdagangan Selasa, saham BBCA ditutup stagnan di level Rp 6.450 per saham. Rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness dengan area support di Rp 5.975 dan resistance di Rp 6.800.
Sementara itu, saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) bergerak dalam fase konsolidasi di rentang Rp 330- Rp 340. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai indikator MACD berpotensi membentuk golden cross sehingga saham ini menarik untuk strategi buy on break.
Pada penutupan perdagangan, saham PWON menguat 1,20 persen ke level Rp 338 per saham. Adapun area support berada di Rp 324 dan resistance di Rp 356.
Di sisi lain, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan tekanan teknikal. Head Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki, mengungkapkan munculnya pola dark cloud cover yang disertai pelemahan indikator RSI dan stochastic dead cross, serta penurunan volume.
Saham BUMI ditutup melemah 4,42 persen ke level Rp 216 per saham. Meski demikian, investor masih dapat mempertimbangkan buy on weakness dengan area support di Rp 195 dan resistance di Rp 244, selama harga bertahan di kisaran Rp 196- Rp 200.
Dengan kondisi IHSG yang masih berada dalam tekanan, pelaku pasar disarankan tetap mencermati level support dan resistance, serta sentimen global yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #deretan #saham #layak #dicermati #rabu #april #saat #ihsg #melemah