Purbaya dan Airlangga Kompak Pilih Jumat untuk WFH ASN, Ini Alasannya
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (dua dari kiri) menjelaskan kebijakan WFH bagi ASN.(DOK. Kementerian PANRB)
07:48
2 April 2026

Purbaya dan Airlangga Kompak Pilih Jumat untuk WFH ASN, Ini Alasannya

- Pemerintah melakukan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai hari Jumat menjadi waktu paling tepat untuk penerapan kebijakan tersebut karena dampaknya terhadap produktivitas dinilai paling kecil.

“Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil. Sementara perjalanannya sama dari sini ke kantor,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, pada hari Jumat aktivitas ASN umumnya lebih singkat.

Baca juga: Imbauan WFH Swasta 1 Hari Seminggu, Ini Respons Asosiasi Pengusaha

Selain adanya waktu untuk olahraga pagi, jam kerja juga terpotong oleh pelaksanaan shalat Jumat.

Kondisi tersebut, menurut dia, juga mencerminkan pola kerja di sektor swasta, termasuk di pabrik.

“Kalau di sini kan pagi-pagi olahraga, tidak lama shalat Jumat, habis itu pulang. Pabrik juga sama, paling pendek. Jadi dipilih yang paling sedikit shock-nya ke produktivitas,” kata dia.

Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengungkapkan alasan pemilihan hari Jumat sebagai hari WFH bagi ASN.

Menurut dia, beban kerja pada hari tersebut memang relatif lebih ringan dibandingkan hari kerja lainnya.

“Kita pilih hari Jumat karena memang hari Jumat kan setengah. Artinya tidak sepenuh dari Senin sampai dengan Kamis,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta.

Selain pertimbangan beban kerja, pemerintah juga melihat bahwa pola kerja fleksibel sebenarnya sudah mulai diterapkan di sejumlah kementerian sejak pandemi Covid-19.

Dengan dukungan sistem digital, sebagian instansi telah terbiasa menjalankan pola kerja empat hari di kantor dan satu hari bekerja dari rumah.

Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu pelayanan publik maupun aktivitas sektor strategis.

Layanan publik akan tetap berjalan normal, sementara sektor seperti perbankan, pasar modal, dan aktivitas ekonomi lainnya tetap beroperasi seperti biasa.

“Pelayanan publik tetap berjalan, dan kegiatan produktif termasuk perbankan, pasar modal, dan yang lain tetap berjalan. Itu diatur masing-masing dengan sistem yang mereka miliki,” jelasnya.

Pemerintah berencana mulai menerapkan kebijakan WFH bagi ASN di instansi pusat dan daerah setiap hari Jumat mulai 1 April 2026.

Kebijakan tersebut akan dituangkan dalam surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Penerapan kebijakan ini akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan untuk melihat efektivitasnya, baik dari sisi penghematan energi maupun dampaknya terhadap kinerja aparatur.

Selain ASN, pemerintah juga mengimbau sektor swasta untuk mengadopsi kebijakan serupa dengan penyesuaian sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor usaha melalui surat edaran Menteri Ketenagakerjaan.

Namun demikian, terdapat sejumlah sektor yang dikecualikan dari kebijakan ini.

Sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan tetap bekerja normal.

Begitu pula dengan sektor strategis seperti industri, energi, air, bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, serta keuangan.

Di bidang pendidikan, kegiatan belajar-mengajar untuk jenjang dasar hingga menengah tetap dilakukan secara tatap muka lima hari dalam sepekan tanpa pembatasan.

Sementara untuk pendidikan tinggi, pelaksanaannya akan menyesuaikan kebijakan dari kementerian terkait.

Baca juga: Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO

Tag:  #purbaya #airlangga #kompak #pilih #jumat #untuk #alasannya

KOMENTAR