PCOS Kini Jadi PMOS, Dokter Ungkap Kondisi Ini Tak Hanya Soal Ovarium
Kondisi kesehatan yang selama ini dikenal sebagai polycystic ovary syndrome (PCOS) resmi berganti nama menjadi polyendocrine metabolic ovarian syndrome (PMOS). Pergantian nama ini diumumkan dalam Kongres Endokrinologi Eropa di Praha, Republik Ceko, pada Mei 2026.
Perubahan nama dilakukan karena istilah PCOS dinilai tidak lagi menggambarkan kondisi sebenarnya.
PMOS diketahui memengaruhi sekitar 170 juta orang di dunia atau sekitar 1 dari 8 perempuan usia reproduktif, termasuk laki-laki trans dan individu nonbiner yang lahir dengan organ reproduksi perempuan.
Baca juga: 3 Gangguan Reproduksi yang Kerap Tak Terlihat, PCOS, Polip, dan Miom
Nama lama dinilai menyesatkan
Profesor Helena Teede, ahli endokrinologi dari Monash University Australia yang memimpin perubahan nama tersebut, mengatakan istilah PCOS selama ini menimbulkan banyak kesalahpahaman.
“Sudah sangat jelas bahwa nama sebelumnya tidak akurat,” ujar Teede, dikutip dari Live Science (12/5/2026).
Istilah “polycystic” pada PCOS berasal dari temuan tahun 1930-an ketika peneliti melihat banyak kantung kecil berisi cairan di ovarium pasien.
Namun, para ahli kini menegaskan bahwa kantung tersebut bukan kista.
“Itu sebenarnya folikel, yaitu struktur yang berisi sel telur,” kata Prof. Colin Duncan dari University of Edinburgh, seperti dikutip dari The Guardian (12/5/2026).
Pada kondisi PMOS, perkembangan folikel dapat berhenti di tengah jalan sehingga sel telur tidak matang dan tidak terjadi ovulasi secara normal.
Baca juga: Dokter Sebut Remaja dengan Gangguan Haid dan Obesitas Waspada PCOS
Tidak hanya berkaitan dengan ovarium
Ilustrasi kanker serviks. PCOS kini resmi berganti nama menjadi PMOS karena dinilai lebih menggambarkan gangguan hormonal dan metabolik yang selama ini sering disalahpahami.
Para ahli menilai nama PCOS terlalu fokus pada ovarium, padahal kondisi ini memengaruhi banyak sistem dalam tubuh.
PMOS berkaitan dengan gangguan hormonal dan metabolik, termasuk resistensi insulin, peningkatan hormon androgen, kenaikan berat badan, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga risiko penyakit jantung.
“Selama ini definisi sempit PCOS membuat kompleksitas hormonal dan metaboliknya sering terabaikan, sehingga banyak pasien tidak terdiagnosis atau disalahpahami,” ujar ahli endokrinologi anak Melanie Cree dalam pernyataan resmi yang dikutip dari The 19th News (13/5/2026).
Selain itu, PMOS juga dapat menyebabkan:
- Menstruasi tidak teratur
- Jerawat
- Pertumbuhan rambut berlebih di wajah dan tubuh
- Rambut rontok
- Gangguan kesuburan
Menurut Duncan, kondisi ini juga berkaitan dengan kesehatan mental.
“Risiko depresi dan kecemasan pada perempuan dengan kondisi ini lebih tinggi,” kata dia.
Baca juga: Apakah Penderita PCOS Bisa Hamil? Ini Penjelasan Dokter
Banyak perempuan tidak menyadari mengidap PMOS
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan sekitar 70 persen perempuan dengan PMOS tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut.
Diagnosis PMOS saat ini dilakukan berdasarkan tiga tanda utama, yaitu:
- Kadar hormon androgen tinggi
- Menstruasi tidak teratur
- Ovarium polikistik
Pasien dinyatakan mengalami PMOS bila memiliki dua dari tiga tanda tersebut. Artinya, seseorang tetap bisa mengalami PMOS meski tidak memiliki ovarium polikistik.
Baca juga: PCOS Disebabkan oleh Apa? Berikut Penjelasan Dokter...
Pergantian nama disebut bisa bantu diagnosis lebih tepat
Para peneliti berharap nama baru PMOS dapat membantu masyarakat dan tenaga kesehatan memahami kondisi ini secara lebih menyeluruh.
Menurut Prof Stephen Franks, ahli endokrinologi reproduksi dari Imperial College London, nama PCOS memang sudah lama dianggap kurang tepat.
“Ini bukan hanya soal ovarium. Ada gangguan metabolik dan hormonal lain yang sama pentingnya,” ujar Franks.
Para ahli juga berharap pergantian nama ini dapat mendorong diagnosis lebih dini dan penanganan yang lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada kesuburan, tetapi juga kesehatan metabolik dan hormonal pasien dalam jangka panjang.
Tag: #pcos #kini #jadi #pmos #dokter #ungkap #kondisi #hanya #soal #ovarium