Dibuka Turun, IHSG Lanjut Tertekan di Tengah Sentimen Global
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan Kamis (2/4/2026), seiring tekanan di bursa saham Asia dan mayoritas sektor yang bergerak di zona merah.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka turun 31,32 poin atau 0,44 persen ke level 7.153,11. Hingga pukul 09.31 WIB, indeks kian terpangkas 1,11 persen ke posisi 7.105,19. Indeks LQ45 juga melemah 0,87 persen ke level 720,77.
Pada sesi pertama, IHSG bergerak di rentang 7.099,57 hingga 7.161,79. Sebanyak 352 saham tercatat melemah, 199 saham menguat, dan 172 saham stagnan.
Baca juga: Di Balik Kenaikan IHSG, Asing Jual Saham-saham Berkapitalisasi Besar
Total frekuensi perdagangan mencapai 428.331 kali dengan volume 6,3 miliar saham dan nilai transaksi Rp 3,2 triliun.
Mayoritas sektor saham terkoreksi. Sektor industri memimpin pelemahan dengan penurunan 2,5 persen, diikuti sektor infrastruktur 2,28 persen dan basic materials 2,07 persen.
Sektor teknologi juga turun 1,5 persen. Sementara itu, sektor energi melemah 0,91 persen, kesehatan 0,56 persen, properti 0,44 persen, keuangan 0,26 persen, transportasi 0,10 persen, dan consumer nonsiklikal 0,31 persen.
Adapun sektor consumer siklikal menjadi satu-satunya yang menguat, naik 1,06 persen.
Baca juga: Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan pergerakan IHSG saat ini masih dipengaruhi sentimen global, khususnya terkait dinamika geopolitik.
Menurut dia, penguatan pasar sebelumnya lebih mencerminkan respons jangka pendek berbasis ekspektasi, bukan perubahan fundamental yang bersifat permanen.
“Sentimen seperti ini secara karakter bersifat jangka pendek dan berbasis ekspektasi, bukan berbasis kepastian,” ujarnya.
Ia menilai, selama belum ada realisasi konkret terkait deeskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, pergerakan IHSG cenderung bersifat teknikal.
Dalam kondisi tersebut, pola risk-on biasanya hanya berlangsung singkat karena pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung saat tidak ada perkembangan lanjutan.
Baca juga: Pasar Saham Asia Menguat Usai Trump Beri Isyarat Bakal Hengkang dari Iran
Meski demikian, peluang penguatan tetap terbuka jika ketegangan geopolitik mereda. Hendra memperkirakan IHSG berpotensi menguat ke kisaran 7.300–7.500 dalam jangka menengah apabila deeskalasi benar-benar terjadi.
Skenario tersebut didukung potensi penurunan harga energi yang dapat meredakan tekanan inflasi global.
Kondisi ini membuka ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter, sekaligus mendorong aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dalam situasi itu, sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan, konsumer, properti, dan industri diperkirakan menjadi pendorong utama penguatan indeks.
Sebaliknya, risiko koreksi tetap terbuka apabila konflik kembali memanas. IHSG bahkan berpotensi turun ke bawah level 7.000 jika tekanan meningkat akibat lonjakan harga energi, pelemahan rupiah, dan kenaikan inflasi.
Baca juga: Deretan Saham Layak Dicermati Rabu 1 April, Saat IHSG Melemah
Ke depan, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, harga minyak dunia, kondisi ekonomi China, hingga dinamika geopolitik global.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati stabilitas rupiah, kebijakan suku bunga Bank Indonesia, likuiditas domestik, serta arah kebijakan pemerintah terhadap pasar modal dan investasi.
Hendra menambahkan, kondisi pasar yang volatil membuka peluang terjadinya rotasi sektor. Saham yang sebelumnya menguat signifikan berpotensi mengalami distribusi, sementara dana beralih ke sektor yang relatif tertinggal.
Ia menyarankan investor memanfaatkan fase rebound untuk menyesuaikan portofolio, termasuk secara bertahap mengurangi eksposur pada saham komoditas dan mulai mengakumulasi saham yang sensitif terhadap penurunan suku bunga serta pemulihan ekonomi domestik.
Tag: #dibuka #turun #ihsg #lanjut #tertekan #tengah #sentimen #global