Inflasi Melandai, BI Yakin Stabil di Kisaran Sasaran
Jadwal operasional Bank Indonesia selama libur Lebaran 2026. Jadwal operasional BI selama libur Lebaran 2026.(Laman resmi Bank Indonesie (BI), bi.go.id)
14:28
2 April 2026

Inflasi Melandai, BI Yakin Stabil di Kisaran Sasaran

– Bank Indonesia (BI) menilai inflasi Maret 2026 tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Stabilitas ini dipengaruhi konsistensi kebijakan moneter dan sinergi pengendalian inflasi.

Koordinasi antara BI dan pemerintah pusat serta daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) turut menopang capaian tersebut. Program ketahanan pangan nasional juga memberi kontribusi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyebut inflasi ke depan diperkirakan tetap terkendali.

“Ke depan, bank sentral Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027,” kata Ramdan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Inflasi Maret Melandai ke 3,48 Persen, Efek Diskon Listrik Masih “Menghantui”

Inflasi tahunan melandai

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2026 sebesar 0,41 persen secara bulanan. Secara tahunan, inflasi tercatat 3,48 persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,76 persen secara tahunan.

Inflasi inti menurun

Inflasi inti pada Maret 2026 tercatat 0,13 persen secara bulanan. Angka ini turun dari 0,42 persen pada bulan sebelumnya.

Penurunan dipengaruhi turunnya harga emas global dan ekspektasi inflasi yang tetap terjaga. Kondisi ini terjadi di tengah peningkatan permintaan selama Idul Fitri.

Secara tahunan, inflasi inti berada di level 2,52 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari sebesar 2,63 persen.

Baca juga: Ada Lebaran, Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 persen

Tekanan pangan mulai mereda

Kelompok volatile food mencatat inflasi 1,58 persen secara bulanan. Angka ini turun dari 2,50 persen pada bulan sebelumnya.

Tekanan harga berasal dari komoditas daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras. Kenaikan terjadi seiring peningkatan permintaan saat Idul Fitri.

Secara tahunan, inflasi kelompok ini tercatat 4,24 persen. Angka tersebut lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 4,64 persen.

“Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID serta penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS),” kata Ramdan.

Harga diatur pemerintah ikut naik

Kelompok administered prices mencatat inflasi 0,31 persen secara bulanan. Pada Februari, kelompok ini sempat mengalami deflasi 0,03 persen.

Kenaikan dipicu harga bensin dan tarif angkutan antarkota. Mobilitas masyarakat meningkat selama periode Idul Fitri.

Secara tahunan, inflasi kelompok ini tercatat 6,08 persen. Angka tersebut turun dari 12,66 persen pada bulan sebelumnya.

Tag:  #inflasi #melandai #yakin #stabil #kisaran #sasaran

KOMENTAR