Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.100 Triliun, Didominasi Pasar Modal
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat penutupan GERAK Syariah 2026 di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis (2/4/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
16:56
2 April 2026

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.100 Triliun, Didominasi Pasar Modal

- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan aset industri keuangan syariah nasional didominasi sektor pasar modal syariah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut nilai aset di pasar modal syariah mencapai Rp 1.800 triliun. Nilai ini menjadi yang terbesar dibanding sektor lain.

Aset perbankan syariah tercatat Rp 1.067 triliun. Sementara lembaga keuangan nonbank syariah sebesar Rp 188 triliun.

Total aset industri keuangan syariah mencapai Rp 3.100 triliun hingga Desember 2026. Angka ini tumbuh 8,61 persen secara tahunan.

"Di tingkat nasional kinerja sektor jasa keuangan syariah juga mengalami pertumbuhan yang stabil. Bahkan di tengah isu dinamika geopolitik dan geoekonomi global," ujar Friderica saat penutupan GERAK Syariah 2026 di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: OJK Resmi Publikasikan Saham Terkonsentrasi, Risiko Investasi Lebih Terbaca?

Kinerja tersebut didukung stabilitas sektor jasa keuangan syariah. Indikatornya terlihat dari intermediasi yang terus tumbuh.

Penyaluran pembiayaan meningkat 9,58 persen secara tahunan menjadi Rp 705 triliun. Dana pihak ketiga tumbuh 10,14 persen.

Kapitalisasi pasar modal mencapai Rp 8.900 triliun. Angka ini naik 31,4 persen secara tahunan.

"Nilai asset under management (AUM) syariah juga terus meningkat, aset asuransi syariah dan piutang pembiayaan syariah yang terus bertumbuh," tambahnya.

Potensi industri ini juga ditopang faktor demografi. Populasi muslim Indonesia mencapai 244,7 juta orang.

Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup syariah juga meningkat. Kondisi ini mendorong permintaan produk dan layanan keuangan syariah.

"Dukungan pemerintah juga, kalau kita melihat Bapak Presiden Prabowo juga luar biasa dukungannya terhadap kebijakan syariah kita. Dan juga kemajuan teknologi dan proses digitalisasi. Ini juga tentu saja menjadi modalitas yang besar untuk kita sama-sama bisa mengembangkan ekonomi keuangan syariah," tambahnya.

Baca juga: IHSG Anjlok 16,91 Persen YTD, OJK Pastikan Bursa Masih Punya Daya Tahan

Meski tumbuh, industri ini masih menghadapi tantangan. Tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masih rendah.

Literasi tercatat 43,4 persen. Inklusi baru mencapai 13 persen.

Kondisi ini menunjukkan penggunaan produk keuangan syariah belum sebanding dengan tingkat pemahaman masyarakat.

"Jadi itu salah satu yang harus menjadi target kita bagaimana melakukan sosialisasi yang lebih lagi. Karena ketika orang punya keyakinan, kenal produknya, kenal instansi dan institusinya, Insya Allah inklusi kita bisa meningkat," tuturnya.

Tag:  #aset #keuangan #syariah #tembus #3100 #triliun #didominasi #pasar #modal

KOMENTAR