Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Tembus 100 Dollar AS
Harga minyak dunia kembali melonjak dan menembus level 100 dollar AS per barel setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam akan memblokade seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz.(AFP/KENT NISHIMURA)
09:24
13 April 2026

Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Tembus 100 Dollar AS

- Harga minyak dunia kembali melonjak dan menembus level 100 dollar AS per barel setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam akan memblokade seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia.

Harga minyak mentah Brent sebagai acuan internasional naik sekitar 8 persen ke kisaran 102 dollar AS per barel pada Senin (13/4/2026). Sementara itu, minyak mentah AS (WTI) juga menguat sekitar 8 persen ke level 104 dollar AS per barel.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak 8 Persen Tembus 100 Dollar AS, Imbas Rencana Trump Blokade Selat Hormuz

Ancaman blokade Selat Hormuz perburuk sentimen pasar

Dikutip dari CNN, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran menjual minyak secara selektif ke negara tertentu.

Ia bahkan menyatakan rencana untuk menghentikan seluruh aktivitas kapal yang masuk maupun keluar Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan program “Sunday Morning Futures” di Fox News.

Langkah ini berpotensi memperparah gangguan distribusi minyak global yang sebelumnya sudah terganggu akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Perundingan Iran-AS Gagal, Harga Minyak dan Emas Diprediksi Bergejolak Pekan Depan

Dampak ketegangan ini juga menjalar ke pasar keuangan. Kontrak berjangka indeks saham utama di AS mengalami pelemahan. Dow Jones turun sekitar 1,04 persen, S&P 500 melemah 1 persen, dan Nasdaq turun 1,15 persen.

Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan konflik terhadap ekonomi global.

Ilustrasi kilang minyak.FREEPIK/ARTPHOTO_STUDIO Ilustrasi kilang minyak.

Harga minyak masih di bawah level tertinggi pekan lalu

Meski kembali naik, harga minyak dunia saat ini masih berada di bawah level tertinggi yang sempat tercapai pada pekan sebelumnya.

Saat itu, Trump sempat membatalkan ancaman serangan besar ke Iran dan membuka peluang negosiasi gencatan senjata.

Namun, ketidakpastian terkait kesepakatan damai membuat harga minyak kembali bergerak naik, bahkan kini lebih tinggi dibandingkan posisi awal April.

Baca juga: Datangi Putin, Prabowo Akan Pastikan Ketersediaan Minyak dari Rusia

Iran raup keuntungan dari jalur Selat Hormuz

Di tengah konflik, Iran justru mencatat keuntungan dari aktivitas di Selat Hormuz. Negara tersebut dilaporkan mengenakan tarif hingga 2 juta dollar AS per kapal yang melintas.

Bahkan, Trump sempat mengusulkan skema pungutan bersama dengan Iran sebagai bentuk “kerja sama”.

Selain itu, ekspor minyak Iran tercatat mencapai rata-rata 1,85 juta barel per hari hingga Maret, meningkat sekitar 100.000 barel per hari dibandingkan tiga bulan sebelumnya, menurut data perusahaan analitik energi.

Ketegangan semakin meningkat setelah pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan ditindak tegas.

Rencana blokade AS disebut akan mulai berlaku pada Senin pukul 10.00 waktu setempat, berdasarkan keterangan US Central Command.

Baca juga: Tiga Supertanker Lintasi Selat Hormuz, Pasar Minyak Dapat Sinyal Positif

Dampak ke harga BBM dan inflasi

Kenaikan harga minyak berpotensi langsung dirasakan masyarakat, terutama di Amerika Serikat (AS). Harga bensin rata-rata tercatat mencapai 4,12 dollar AS per galon, naik sekitar 38 persen sejak awal konflik.

Analis dari Middle East Institute, Karen Young, memperkirakan konflik dapat berlangsung lama sehingga harga minyak sulit turun dalam waktu dekat.

Kenaikan harga energi juga berisiko mendorong inflasi lebih luas, termasuk pada harga pangan. Hal ini disebabkan terganggunya rantai pasok bahan baku seperti pupuk dan kemasan makanan.

Tekanan inflasi diperkirakan akan terasa pada berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk barang yang dijual di ritel besar.

Tag:  #trump #ancam #blokade #selat #hormuz #harga #minyak #tembus #dollar

KOMENTAR