Kinerja United Tractors Tertekan, Penjualan Alat Berat dan Emas Turun
– PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat penurunan kinerja operasional pada sejumlah lini bisnis sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Penjualan alat berat merek Komatsu turun 10,50 persen secara tahunan. Volume penjualan turun dari 917 unit menjadi 869 unit.
Distribusi penjualan masih didominasi sektor pertambangan dengan porsi 49 persen. Segmen kehutanan dan konstruksi masing-masing menyumbang 18 persen, sementara agro sebesar 15 persen. Pangsa pasar Komatsu di Indonesia tercatat 21 persen hingga Februari 2026.
Baca juga: United Tractors (UNTR) Bukukan Laba Bersih Rp 14,8 Triliun Sepanjang 2025
Penurunan juga terjadi pada bisnis kontraktor tambang melalui PT Pamapersada Nusantara. Produksi batubara untuk pelanggan turun 6,85 persen dari 21,9 juta ton menjadi 20,4 juta ton.
Volume overburden removal ikut terkoreksi 7,49 persen. Realisasi turun dari 169,6 juta bank cubic meter menjadi 156,9 juta bank cubic meter.
Kinerja penjualan batubara melalui PT Tuah Turangga Agung juga melemah. Volume penjualan batubara termal dan metalurgi turun 2,81 persen dari 2,85 juta ton menjadi 2,77 juta ton.
Baca juga: Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, UNTR Sebut Belum Terima Surat Resmi
Penjualan Emas Anjlok, Nikel Tumbuh
Penurunan tajam terjadi pada lini bisnis emas. Penjualan emas melalui Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya hanya mencapai 2.000 ounce pada dua bulan pertama 2026.
Angka ini jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 38.000 ounce.
Sebaliknya, lini bisnis nikel mencatat pertumbuhan. Penjualan bijih nikel melalui Stargate mencapai 455.000 ton.
Volume ini tumbuh 30,37 persen dibandingkan periode Januari hingga Februari 2025 yang sebesar 349.000 ton.
Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Kinerja United Tractors (UNTR) per Februari: Penjualan Alat Berat Turun, Emas Anjlok!
Tag: #kinerja #united #tractors #tertekan #penjualan #alat #berat #emas #turun