Target Besar BSI Naik Kelas ke KBMI IV, Kapan Terwujud? Ini Kata Wadirut
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta pada acara Bullion Connect 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2025).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
12:16
15 April 2026

Target Besar BSI Naik Kelas ke KBMI IV, Kapan Terwujud? Ini Kata Wadirut

- PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI berambisi untuk naik kelas menjadi bank dengan modal inti di atas Rp 70 triliun atau KBMI IV.

Namun target ini belum memiliki kepastian waktu karena masih menemui sejumlah kendala.

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, rencana untuk masuk ke KBMI IV itu telah masuk dalam rencana jangka menengah perseroan sehingga realisasinya tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

"Di plan kita adalah untuk kemudian menjadi KBMI IV. Paling enggak memang kita berpikir ada dong bank syariah yang di KBMI IV," ujarnya saat ditemui di BSI Tower, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Free Float 15 Persen, Wadirut BSI: Kami Paling Enggak 10 Persen Dulu...

Dia mengungkapkan, faktor terpenting untuk bisa naik kelas menjadi KBMI IV ialah memiliki permodalan yang cukup.

Mengutip laporan keuangan berkode saham BRIS ini, modal inti BSI per 31 Desember 2025 sebesar Rp 48,10 triliun.

Berarti untuk masuk ke dalam KBMI IV, BSI harus menambah modal inti sebesar Rp 21,9 triliun.

Sementara untuk memperkuat permodalan, BSI juga harus menyesuaikan arah strategis dengan struktur pemegang saham, termasuk keterlibatan Danantara.

"Di konteks permodalan, dengan kita sekarang di bawah Danantara ya kita harus mem-propose, jadi harus align dengan Danantara," kata Bob.

Sementara dari sisi skema penambahan modal inti, Bob menyebut pihaknya telah menyiapkan dua jalur strategi, yakni organik dan anorganik.

Secara organik, penambahan modal dilakukan melalui peningkatan laba.

Sedangkan secara anorganik, opsi seperti aksi korporasi termasuk akuisisi tetap terbuka.

Namun dia mengakui skema anorganik ini tidak mudah untuk direalisasikan.

Terlebih ketika BSI belum melakukan pemisahan usaha (spin off) dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk karena harus menyamakan rencana usaha dengan induk usaha dan pemegang saham pengendali.

"Beberapa plan waktu kita 5 tahun pertama juga punya anorganik, ternyata not that easy gitu kan. Kenapa? Waktu itu kemarin-kemarin kan sebelum kita spin off kan induknya banyak. Sekarang kemudian mulai spin off, mulai fokus," ungkapnya.

Di sisi lain, peluang masuknya investor asing juga masih belum terealisasi hingga saat ini.

BSI sebelumnya sempat menjajaki minat investor asing, termasuk dari kawasan Timur Tengah dan Eropa.

Namun, menurut Bob, terdapat perbedaan kepentingan terkait porsi kepemilikan saham.

"Tapi kalau memang ada investor, rasanya mungkin kita juga mau consider itu. Jadi memang harus lihat-lihat," tambahnya.

Oleh karena itu, sampai saat ini BSI tidak dapat memastikan kapan tepatnya rencana tersebut akan terealisasi.

Yang jelas, BSI ada target menjadi bank syariah pertama yang masuk ke jajaran KBMI IV.

Sebab, ukuran permodalan bank sangat menentukan daya saing dan kapasitas bisnisnya.

"Ini pertanyaannya agak susah, kan masih subject," tegas Bob saat ditanya mengenai kapan rencana naik ke KBMI IV akan dilaksanakan.

Baca juga: Kata BSI dan BTN soal Naik Kelas ke KBMI IV

Tag:  #target #besar #naik #kelas #kbmi #kapan #terwujud #kata #wadirut

KOMENTAR