Di Tengah Perang Iran, China Tegaskan Posisi Jelang Kedatangan Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan).(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
20:42
11 Mei 2026

Di Tengah Perang Iran, China Tegaskan Posisi Jelang Kedatangan Trump

- Pemerintah China mengonfirmasi rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Beijing pada pekan ini. 

Melalui pernyataan resminya, Beijing menyatakan siap untuk bekerja sama dengan Washington demi mengejar stabilitas yang lebih besar di tengah ketegangan hubungan kedua negara.

Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung dari Rabu (13/5/2026) hingga Jumat (15/5/2026) ini menandai pertama kalinya seorang Presiden AS menginjakkan kaki di China sejak 2017.

Baca juga: Iran Tanggapi Rencana Pertemuan Trump–Xi Jinping di Tengah Konflik Timteng, Singgung Sikap China

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun pada Senin (11/5/2025) menekankan pentingnya pertemuan tatap muka antara Trump dan Presiden China Xi Jinping.

"Diplomasi tingkat tinggi memainkan peran panduan strategis yang tak tergantikan dalam hubungan China-AS," ujar Guo, sebagaimana dilansir AFP.

Dia menambahkan bahwa China bersedia bekerja sama dalam semangat kesetaraan dan saling menguntungkan.

"China bersedia bekerja sama dengan AS dalam semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, untuk memperluas kerja sama, mengelola perbedaan, dan menyuntikkan lebih banyak stabilitas serta kepastian ke dalam dunia yang bergejolak dan saling terkait," lanjutnya.

Baca juga: Trump Kelimpungan Hadapi Iran, Bakal Bawa Urusan Teheran ke Beijing

Persiapan di Seoul

Sebagai pembuka sebelum puncak pertemuan di Beijing, para negosiator perdagangan utama dari kedua negara akan bertemu di Seoul, Korea Selatan. 

Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung satu hari sebelum Trump mendarat di China untuk mematangkan detail isu ekonomi dan perdagangan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Seoul pada Rabu. 

Keduanya merupakan negosiator utama bagi masing-masing negara dalam urusan ekonomi.

"Keamanan ekonomi adalah keamanan nasional, dan saya menantikan serangkaian keterlibatan yang produktif saat kita bekerja untuk memajukan Agenda Ekonomi America First Presiden Trump," tulis Bessent melalui media sosialnya.

Gedung Putih menyebut kunjungan ini memiliki signifikansi simbolis yang luar biasa.

Istana Kepresidenan AS itu juga menjanjikan bahwa Trump akan membawa pulang lebih banyak kesepakatan yang menguntungkan bagi warga Amerika.

Selama di Beijing, Trump dijadwalkan mengunjungi Temple of Heaven dan menghadiri jamuan kenegaraan yang mewah.

Baca juga: Menerima Rencana AS Berarti Iran Menyerah pada Keserakahan Trump

Bayang-bayang isu Iran dan sanksi

Meskipun fokus utama adalah stabilitas dan perdagangan, isu konflik di Timur Tengah, khususnya mengenai Iran, diprediksi akan mendominasi agenda pembicaraan. 

Trump diperkirakan akan menekan Xi Jinping terkait posisi Beijing dalam perang tersebut.

China diketahui merupakan salah satu mitra dagang terbesar Iran. 

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi sempat bertemu dengan mitranya dari Iran dan menyatakan bahwa Beijing akan memainkan peran yang lebih besar dalam memulihkan perdamaian regional.

Namun, hubungan AS-China kembali menegang setelah Kementerian Luar Negeri AS menjatuhkan sanksi kepada tiga perusahaan satelit yang berbasis di China karena dianggap membantu operasi militer Iran. 

Baca juga: Trump Tuding Iran Manfaatkan AS, tapi Kini Teheran Tak Lagi Bisa Tertawa

Selain itu, Kementerian Keuangan AS juga memberikan sanksi kepada beberapa perusahaan di China daratan dan Hong Kong atas tuduhan membantu pasokan senjata Iran.

Menanggapi tekanan tersebut, Guo menegaskan bahwa posisi China terhadap Iran tetap konsisten dan akan terus mendorong pembicaraan damai. 

Dia juga mengecam langkah Washington yang memberikan sanksi sepihak.

"China telah berulang kali memperjelas posisi resminya. Tugas yang paling mendesak adalah melakukan segalanya untuk menghindari dimulainya kembali konflik, bukan menggunakan konflik untuk memfitnah negara lain secara jahat," pungkasnya.

Baca juga: Jelang Bertemu Xi Jinping, Trump Disebut Akan Tekan China soal Iran

Tag:  #tengah #perang #iran #china #tegaskan #posisi #jelang #kedatangan #trump

KOMENTAR