PLN Kejar 4.118 Proyek Transisi Energi, Meski Dihantam Volatilitas Global
PT PLN (Persero) menargetkan percepatan transisi energi melalui 4.118 proyek dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, di tengah tekanan volatilitas global yang memengaruhi harga logistik, nilai tukar, hingga energi.
Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah mengatakan, lonjakan jumlah proyek tersebut meningkat signifikan dibandingkan RUPTL sebelumnya yang hanya mencakup sekitar 2.800 proyek dalam 10 tahun.
“PLN siap dan komit dengan tujuan pemerintah untuk transisi energi dan pencapaian net zero emission pada 2060,” ujar Chairani dalam Launching MKI Electricity Connect 2026 di Kantor PLN Pusat, Jakarta Selatan pada Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Tarif Listrik per kWh pada 16-19 April 2026 untuk Semua Golongan Pelanggan PLN
Ilustrasi energi terbarukan.
Chairani menjelaskan, ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas listrik nasional dari sekitar 100 gigawatt saat ini menjadi 400 gigawatt pada 2060.
Dalam RUPTL terbaru, arah kebijakan bergeser tajam dari pembangkit berbasis fosil menuju energi baru terbarukan (EBT).
Dari total tambahan kapasitas 69,5 gigawatt yang direncanakan, sekitar 76 persen di antaranya berasal dari energi terbarukan, termasuk pengembangan pembangkit berbasis nuklir.
Namun kata Chairani, ambisi besar ini dihadapkan pada tantangan struktural yang selama ini membayangi sistem ketenagalistrikan nasional.
Baca juga: PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen hingga 28 April, Ini Cara Klaimnya
Sumber energi terbarukan tersebar di berbagai wilayah, sementara permintaan listrik masih terpusat di kawasan tertentu.
“Kita melihat ada mismatch. Sumber EBT ada di banyak tempat, tapi demand masih terpusat,” ujarnya.
Untuk menjembatani ketimpangan tersebut, PLN bersama pemerintah mendorong pembangunan jaringan super grid yang akan menghubungkan berbagai sumber energi ke pusat permintaan.
Ilustrasi listrik.
Dalam 10 tahun ke depan, PLN menargetkan pembangunan sekitar 48.000 kilometer jaringan transmisi serta penambahan kapasitas gardu induk hingga 108.000 MVA.
Baca juga: PLN Klaim Stok Batu Bara Aman untuk 15 Hari
Di sisi lain, kondisi global yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri dalam eksekusi proyek.
Fluktuasi harga minyak, perubahan nilai tukar dollar, serta biaya logistik yang bergerak dinamis berdampak langsung pada proses pengadaan proyek.
Meskipun demikian, PLN tetap mendorong percepatan implementasi proyek.
Untuk tahun 2026, terdapat 574 proyek prioritas yang harus segera dijalankan, baik yang masuk kategori prioritas nasional maupun akselerasi dengan total investasi Rp 291,9 triliun.
Baca juga: Hemat BBM, PLN Akan Pensiunkan 2.139 PLTD
Dari total sekitar 4.118 proyek dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 10 tahun, sebanyak 278 proyek tahap awal telah masuk ke proses procurement, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan.
Sementara itu, untuk tahap berikutnya yang dimulai pada 2026, terdapat 387 proyek yang saat ini berada dalam fase engineering design dan penyusunan dokumen lelang.
Proyek-proyek tersebut ditargetkan dapat segera dikontrak dalam waktu dekat.
Adapun sisa proyek lainnya akan diselesaikan secara bertahap dalam periode 2027 hingga 2034.
Baca juga: Dirut PLN Pastikan Listrik Nasional Aman: Stok Gas 12 Hari, Batu Bara 15,9 Hari
Lebih lanjut, Chairani juga mengatakan bahwa PLN berencana merilis 21 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi (battery energy storage system/BESS) dengan total kapasitas mencapai 513 megawatt peak (MWp).
Selain itu, PLN tengah menyiapkan strategi Giga One bundling melalui proyek bertajuk Mentari Nusantara yang dipimpin oleh Direktur Energi Baru Terbarukan PLN.
Proyek ini ditargetkan dapat memasuki tahap pengadaan pada tahun ini, dengan dokumen perencanaan yang saat ini masih dalam tahap penyusunan.
Di sisi lain, PLN juga mengembangkan program digitalisasi sistem kelistrikan yang berbeda dari proyek pembangunan pembangkit baru.
Baca juga: Sempat Padam dan Ganggu Stasiun, PLN Pastikan Listrik Jakarta Normal Kembali
Sebanyak 741 lokasi PLTD yang saat ini masih bergantung pada BBM akan secara bertahap dialihkan ke pembangkit berbasis energi surya yang dilengkapi sistem penyimpanan energi.
Tag: #kejar #4118 #proyek #transisi #energi #meski #dihantam #volatilitas #global