IMF dan Bank Dunia Ingatkan RI soal Subsidi, Purbaya Tegaskan APBN Aman
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditemui awak media di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (21/4/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
08:32
22 April 2026

IMF dan Bank Dunia Ingatkan RI soal Subsidi, Purbaya Tegaskan APBN Aman

Pemerintah Indonesia mendapat sorotan dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia terkait kebijakan subsidi yang dinilai berpotensi membebani anggaran negara.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, kedua lembaga tersebut mengingatkan agar pemerintah tidak berlebihan dalam menggelontorkan subsidi, guna menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Main message-nya dari IMF, World Bank itu sama, jangan kelebihan memberikan subsidi sehingga negara kamu rontok anggarannya,” kata Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Pesan Menkeu Purbaya ke Pejabat Baru: Jaga Integritas Anda, Di Kemenkeu Tidak Ada Ruang Abu-abu!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia dan S&P di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/4/2026)Dokumentasi Kementerian Keuangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia dan S&P di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/4/2026)

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan subsidi Indonesia selama ini sudah terukur dan tidak diberikan secara berlebihan.

Pemerintah, kata dia, hanya memberikan subsidi pada jenis bahan bakar tertentu, sementara harga lainnya diserahkan ke mekanisme pasar.

“Kita kan enggak kelebihan, yang kita kasih yang subsidi, yang nggak subsidi biarin saya lepas ke pasar,” katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan subsidi tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar tidak mengganggu keseimbangan fiskal jangka panjang.

Baca juga: Purbaya: Prabowo Tak Pernah Minta Siapkan Anggaran Iuran BoP

Selain isu subsidi, pemerintah juga menjelaskan kepada IMF dan Bank Dunia terkait ketahanan fiskal Indonesia yang dinilai masih kuat.

Purbaya menyebut Indonesia memiliki beberapa lapisan perlindungan untuk menjaga stabilitas anggaran, termasuk cadangan fiskal.

“Mereka juga jadi tahu bahwa management cash kita cukup baik dan kita bilang masih punya third layer atau fourth layer of defense dalam bentuk SAL,” ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditemui kepada awak media di Kejagung pada Jumat (10/4/2026).KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditemui kepada awak media di Kejagung pada Jumat (10/4/2026).

Saldo Anggaran Lebih (SAL) menjadi salah satu bantalan fiskal yang dimiliki pemerintah untuk menghadapi tekanan ekonomi.

Baca juga: Purbaya Klaim S&P Tahan Rating Indonesia di BBB Dua Tahun ke Depan

Meski dalam kondisi normal dinilai kurang efisien karena dana mengendap, Purbaya menilai SAL justru berperan penting saat terjadi krisis.

“Dalam keadaan biasa itu konyol sebetulnya, uangnya nggak kepakai. Tapi dalam keadaan seperti ini boleh juga,” ucapnya.

Purbaya memastikan, dengan pengelolaan fiskal yang disiplin dan cadangan yang memadai, pemerintah tetap optimistis defisit APBN dapat dijaga di bawah batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), meski di tengah tekanan global.

Tag:  #bank #dunia #ingatkan #soal #subsidi #purbaya #tegaskan #apbn #aman

KOMENTAR