Rebalancing Indeks BEI: CUAN-WIFI Masuk LQ45, BREN-DSSA Tersingkir
- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perombakan besar dalam komposisi sejumlah indeks saham utama untuk periode 4 Mei hingga 31 Juli 2026.
Sejumlah saham baru masuk jajaran indeks bergengsi seperti LQ45, sementara beberapa nama besar justru harus angkat kaki seiring pengetatan kriteria likuiditas dan free float.
Dari pengumuman otoritas bursa, perubahan paling mencolok terjadi pada indeks LQ45. BEI memasukkan lima saham baru, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Masuknya CUAN menambah daftar emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu di indeks likuid tersebut. Sementara itu, WIFI yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo juga resmi menjadi penghuni baru LQ45.
Di sisi lain, sejumlah saham harus keluar dari indeks ini, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
Baca juga: Rebalancing MSCI: Ancaman atau Peluang?
Untuk indeks IDX30, perubahan terjadi dengan masuknya PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menggantikan PT Indosat Tbk (ISAT).
Pada indeks IDX80, BEI menambahkan lima saham baru yakni PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), DEWA, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Adapun yang keluar antara lain PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), BREN, DSSA, dan NCKL.
Indeks Bisnis-27 juga mengalami perombakan dengan masuknya saham seperti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), bersama sejumlah saham lainnya. Sementara itu, saham seperti ADMR dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) harus keluar dari indeks tersebut.
Pada indeks MNC36, dua saham tambang yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi penghuni baru. Sementara BRPT, CTRA, dan HEAL keluar dari daftar.
Selain itu, perubahan juga terjadi pada indeks sektoral dan tematik lainnya seperti SMINFRA18 dan IDXESGL, yang turut menyesuaikan komposisi saham sesuai dengan kriteria terbaru BEI.
BEI sebelumnya telah memperbarui aturan seleksi indeks, termasuk penyesuaian kriteria universe saham untuk LQ45, IDX30, dan IDX80. Salah satu poin utama adalah dikeluarkannya saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari indeks.
Selain itu, batas minimum free float kini ditingkatkan menjadi minimal 10 persen atau mengikuti ketentuan Peraturan I-A. BEI juga melonggarkan aturan suspensi, dari sebelumnya mensyaratkan saham aktif diperdagangkan selama enam bulan terakhir menjadi toleransi maksimal satu hari tidak ditransaksikan dalam periode tersebut.
Tag: #rebalancing #indeks #cuan #wifi #masuk #lq45 #bren #dssa #tersingkir