Mengapa Markas Judol di Hayam Wuruk Targetkan Korban Luar Negeri? Ini Penjelasan Pengamat
Pakar keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya menjelaskan mengapa markas judi online yang berada di Hayam Wuruk menargetkan korban dari luar negeri.
Dia mengatakan, pelaku penipuan daring cenderung menggunakan bahasa yang sama dengan korbannya.
Sebab itu di Hayam Wuruk terlihat banyak warga negara asing (WNA) yang ditangkap adalah bukti kuat korban yang disasar juga berasal dari orang asing.
"Sebenarnya ini yang jadi sasaran adalah orang asing, kita lihat mayoritas (yang ditangkap) orang Vietnam, ada orang dari Cina daratan. Nah jadi sasarannya di sana (Vietnam dan Cina)," katanya dalam Obrolan Newsroom Kompas.com, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Mayoritas WNA yang Ditangkap di Hayam Wuruk Masuk RI Bertujuan Jadi Pekerja Judol
Hal ini selaras dengan penelusuran sementara Bareskrim Polri yang menyebut korban judol yang ditargetkan adalah orang asing.
Pola yang sama juga terlihat untuk sasaran korban dari Indonesia.
Banyak warga negara Indoensia (WNI) yang bekerja sebagai pekerja judol direkrut di Kamboja.
"Jadi kalau misalnya kamu mau scam orang Indonesia, kamu kemungkinan kecil akan lakukan dari Indonesia," ucapnya.
Karena polanya yang semakin jelas, Alfons menilai kejahatan siber judol adalah tindak pidana yang terorganisir secara internasional.
Baca juga: Bareskrim Sebut Mayoritas Korban Markas Judol di Hayam Wuruk dari Luar Negeri
Indonesia bisa bekerja sama dengan negara lain untuk melakukan ekstradisi dengan harapan agar WNI yang menjadi pelaku kejahatan penipuan daring bisa diproses hukum di Indonesia.
"Jadi Indonesia hari ini kalau berhasil tangkap lalu serahkan ke negara yang bersangkutan itu mereka tuh utang budi. Mereka harus balas budi lain kali kalau orang yang nipu judol-judol dari Indonesia harus serius ditangkap," katanya.
Proses pemeriksaan dan penggeledahan kantor operasional situs judol oleh Bareskrim Polri, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Kamis (7/5/2026).(Dokumentasi Humas Polri)
Adapun terkait sasaran korban dari markas judol di Hayam Wuruk diungkapkan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra dalam jumpa pers lokasi penggerebekan, Kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).
"Untuk korban sementara dari hasil penelusuran kami berdasarkan analisis bahwa yang menjadi korban ini rata-rata adalah warga negara luar," ucapnya.
Baca juga: WNA di Markas Judol Hayam Wuruk Sering Pesan Banyak Makanan, tapi Dikirim ke Restoran
kasus markas judol di Hayam Wuruk ini terungkap setelah Polri menangkap 321 orang terkait tindak pidana judi daring jaringan internasional, Sabtu.
Kemudian, pada Minggu, Polri mengumumkan 320 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) dan penahanannya dititipkan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Adapun 320 WNA yang ditangkap itu terdiri atas 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, tiga warga Malaysia, dan tiga warga Kamboja.
Baca juga: Warga Sempat Curigai Markas Judol di Hayam Wuruk Jakbar, Orang Kantoran tapi Bercelana Pendek
Sementara itu, seorang lainnya merupakan WNI dan diproses lebih lanjut di Bareskrim Polri.
Tag: #mengapa #markas #judol #hayam #wuruk #targetkan #korban #luar #negeri #penjelasan #pengamat