Kemenkes Sebut Hantavirus di Indonesia Berbeda dengan di Kapal Pesiar
Petugas medis berbaju hazmat (kanan) membawa sejumlah penumpang dari kapal pesiar MV Hondius yang diyakini terinfeksi hantavirus, setelah mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, 6 Mei 2026.(AFP/LINA SELG)
19:18
11 Mei 2026

Kemenkes Sebut Hantavirus di Indonesia Berbeda dengan di Kapal Pesiar

- Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengungkapkan bahwa Hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius merupakan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Andi menuturkan, Hantavirus di Indonesia berbeda tipe sehingga sampai saat ini belum ada bukti penularan Hantavirus tipe HPS.

"HPS banyak ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. Kasus hantavirus di Indonesia merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang telah ditemukan sejak 1991 dengan strain Seoul virus," kata Andi dalam konferensi pers, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Kemenkes: Tikus Bisa Jadi Sumber Penularan Hantavirus

Dia menyebut, kasus hantavirus secara global tersebar di Eropa, Amerika, dan Asia.

Sementara di Indonesia, sejak 2024-2026 tercatat 23 kasus HFRS, tanpa temuan tipe HPS.

"Virus Hanta yang ada di Indonesia itu adalah tipenya HFRS, sekali lagi berbeda dengan tipe yang terjadi di kapal pesiar Hondius," imbuhnya.

Baca juga: WN AS dan Perancis Dinyatakan Positif Hantavirus Usai Evakuasi dari MV Hondius, Ini Penanganannya

Andi menjelaskan, Hantavirus tipe HPS disebabkan strain Andes virus atau dalam penelitian dapat menular antar-manusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.

Berbeda dengan tipe HFRS yang ada di Asia dan Indonesia, yang hingga kini belum ada bukti penularan antar-manusia.

"Saya sampaikan bahwa untuk tipe HRS yang terjadi di Asia maupun Eropa, termasuk yang sudah ada kasusnya sejak tahun 1991 di Indonesia, itu belum ada bukti terjadi penularan antar manusia," jelasnya.

Baca juga: Kemenkes Ingatkan Bahaya Hantavirus, Tikus dan Banjir Jadi Faktor Risiko

Menurut Andi, faktor risiko penularan Hantavirus tipe HFRS ini karena kontak dengan tikus atau celurut melalui gigitan, urin, feses, maupun debu yang telah terkontaminasi.

"Ada gambarnya bagaimana pekerjaan (berisiko) yang berkaitan dengan kontak tikus, petugas sampah, petani, juga dengan daerah yang tergenang banjir, aktivitas di area berisiko seperti ruang bawah tanah yang ada tikus, gedung lama, dan lain sebagainya," ucapnya.

Tag:  #kemenkes #sebut #hantavirus #indonesia #berbeda #dengan #kapal #pesiar

KOMENTAR