Program MBG Dongkrak Kebutuhan Susu, Produksi Lokal Baru Penuhi 20 Persen
Salah satu mobil pikap mengangkut susu MBG di Pamekasan untuk dijual ke SPPG di Pamekasan(KOMPAS.COM/Zakaria)
11:08
27 April 2026

Program MBG Dongkrak Kebutuhan Susu, Produksi Lokal Baru Penuhi 20 Persen

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG mendorong kenaikan kebutuhan susu nasional. Pasokan susu segar dalam negeri belum mampu mengejar permintaan.

Direktur Gabungan Koperasi Susu Indonesia atau GKSI Yusup Munawar menyebut produksi susu segar pada kuartal I 2026 meningkat tipis. Kenaikan ini dibanding periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan produksi didorong aktivitas koperasi. Sapi perah dari program investasi tahun lalu juga mulai berproduksi.

"Meski demikian, pertumbuhan produksi belum signifikan. Sementara itu, kebutuhan susu nasional terus meningkat, terutama dengan adanya MBG," jelas Yusup, Minggu (26/4/2026) malam.

Baca juga: Pemerintah Evaluasi MBG, 1.789 Dapur Kena Sanksi Operasional

Kondisi ini mendorong ketergantungan impor. GKSI memperkirakan kebutuhan bahan baku susu nasional tahun ini masih bergantung pada impor hingga 80 persen.

"Pertumbuhan permintaan nasional berjalan jauh lebih cepat dibanding kemampuan produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN)," ujar Yusup.

Permintaan diperkirakan melonjak lebih tinggi jika program MBG berjalan penuh. Kebutuhan susu akan meningkat dalam skala besar.

Impor masih dibutuhkan dalam jangka pendek. Langkah ini menjaga kesinambungan pasokan.

Koperasi tetap menjadi tulang punggung produksi susu segar nasional. Sebagian besar peternak rakyat menyalurkan produksi melalui koperasi.

Upaya peningkatan produksi terus dilakukan. Koperasi meningkatkan kapasitas dan kualitas susu.

"Dari sisi kapasitas, koperasi terus meningkatkan volume produksi dan kualitas susu yang dihasilkan," jelas Yusup.

Baca juga: Bantah Anggaran Dipangkas untuk MBG, Mendikdasmen: Justru Meningkat

Koperasi juga memperkuat layanan kepada anggota. Adopsi teknologi mulai diterapkan di berbagai lini.

Digitalisasi rantai pasok mulai dikembangkan. Teknologi pengawetan pakan dan reproduksi sapi perah juga diperbarui.

"Dalam jangka menengah dan panjang, ketergantungan impor diharapkan dapat berkurang, melalui penambahan populasi sapi perah produktif serta peningkatan produktivitas sumber daya eksisting," imbuh Yusup.

Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul MBG Menopang Kenaikan Kebutuhan Susu, Ketergantungan Impor Meningkat

Tag:  #program #dongkrak #kebutuhan #susu #produksi #lokal #baru #penuhi #persen

KOMENTAR