Trump Bakal Kurangi Kekuatan Militer AS di NATO, Ingin Tekan Eropa?
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan berencana untuk memberi tahu para sekutu NATO pekan ini mengenai pengurangan signifikan jumlah personel militer AS yang disiagakan dalam menghadapi situasi krisis.
Informasi ini dilaporkan oleh tiga sumber yang mengetahui langsung persoalan tersebut.
Dikutip dari Reuters, Selasa (19/5/2026), di bawah kerangka kerja model pertahanan aliansi, setiap negara anggota wajib mengidentifikasi dan mengalokasikan sejumlah unit pasukan yang siap diaktifkan sewaktu-waktu jika terjadi konflik besar atau agresi militer terhadap anggota NATO lainnya.
Baca juga: Drone Ukraina Nyasar hingga Ditembak Jatuh F-16 NATO, Ada Campur Tangan Rusia?
Kendati komposisi dan rincian kekuatan unit tempur taktis tersebut merupakan rahasia militer yang dijaga sangat ketat, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dikabarkan telah membulatkan keputusan untuk memangkas komitmen pasukannya secara drastis.
Langkah ini sejalan dengan ketegasan prinsip Donald Trump yang berulang kali menuntut negara-negara Eropa untuk memikul tanggung jawab utama atas sistem keamanan di benua mereka sendiri.
Pengumuman kebijakan ini menjadi sinyal dari implementasi doktrin politik luar negeri Trump tersebut.
Baca juga: Perang Iran Kuras Stok Senjata, NATO Gelar Rapat Darurat
Pengumuman resmi di Brussels jelang KTT Turkiye
Hingga saat ini, beberapa detail teknis masih belum terungkap ke publik, termasuk seberapa cepat tenggat waktu yang diberikan Pentagon kepada sekutu Eropa untuk mengambil alih kendali penuh dalam mode krisis.
Namun, para sumber menuturkan, Pentagon menjadwalkan pengumuman resmi terkait pengurangan komitmen militer ini dalam pertemuan para kepala kebijakan pertahanan di Brussels, Belgia, pada Jumat (22/5/2026) mendatang.
Kepala kebijakan Pentagon, Elbridge Colby, telah menyatakan secara terbuka bahwa AS akan terus menggunakan senjata nuklirnya untuk melindungi anggota NATO, bahkan ketika sekutu Eropa memimpin dalam hal kekuatan konvensional.
Di sisi lain, Eropa diwajibkan menjadi garda terdepan dalam hal penyediaan kekuatan militer konvensional.
Dalam pertemuan di Brussels nanti, delegasi AS kemungkinan besar akan diwakili oleh Alex Velez-Green yang merupakan ajudan utama Colby.
Penyesuaian Model Pasukan NATO (NATO Force Model) ini dilaporkan telah bergeser menjadi skala prioritas paling atas bagi tim kerja Colby menjelang KTT para pemimpin NATO yang akan diselenggarakan di Turkiye pada Juli mendatang.
Baca juga: AS Kembali Ingatkan NATO, Minta Bergerak untuk Bebaskan Selat Hormuz
Ketegangan Transatlantik kian meruncing
Kabar pengurangan pasukan ini diyakini akan memperparah stabilitas internal aliansi NATO yang kini tengah berada di bawah tekanan geopolitik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sejumlah negara Eropa dilaporkan dilingkupi kecemasan mendalam bahwa Washington cepat atau lambat akan menarik diri sepenuhnya dari keanggotaan aliansi.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump telah mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 serdadu AS dari kawasan Eropa.
Kebijakan tersebut mencakup keputusan mendadak untuk membatalkan penempatan satu brigade Angkatan Darat AS ke Polandia, sebuah langkah mengejutkan yang langsung memanen kecaman keras dari para anggota parlemen di Capitol Hill (Kongres AS).
Sementara, seorang diplomat senior NATO mengungkapkan, para sekutu sebenarnya masih menaruh kepercayaan dan pemahaman bahwa AS tetap akan mengulurkan bantuan militer jika Eropa berada dalam kondisi yang benar-benar genting.
Baca juga: Zelensky Tuding Rusia Pertimbangkan Rencana Serang NATO
Selama ini, Trump dan jajaran ajudan dekatnya gencar mengkritik sekutu Eropa yang dinilai tidak serius berinvestasi di sektor anggaran pertahanan domestik dan terlalu bergantung pada kekuatan konvensional AS.
Ketegangan hubungan transatlantik ini kian diperparah oleh ambisi kontroversial Trump yang ingin menguasai Greenland, wilayah seberang laut milik Denmark.
Selain itu, hubungan Washington juga memanas akibat perselisihan terbuka antara Trump dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang vokal mengkritik operasi perang AS di Iran.
Merespons berbagai tudingan dari Washington, negara-negara sekutu Eropa membantah klaim tersebut dengan menegaskan bahwa mereka saat ini tengah melakukan peningkatan kapasitas militer secara masif.
Namun, mereka mengingatkan bahwa perombakan total postur pertahanan sebuah kawasan tidak dapat diwujudkan dalam semalam.
Tag: #trump #bakal #kurangi #kekuatan #militer #nato #ingin #tekan #eropa