'Nasionalisasi Aplikator Ojol', Dasco: Potongan Kawan-kawan Driver Diturunkan
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama perwakilan aliansi serikat buruh memberikan keterangan pers seusai beraudiensi pada peringatan Hari Buruh Internasional di DPR, Jumat (1/4/2026).
19:17
1 Mei 2026

'Nasionalisasi Aplikator Ojol', Dasco: Potongan Kawan-kawan Driver Diturunkan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan kejutan kepada buruh dalam perayaan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026. Dia memastikan, pemerintah telah mengakuisisi sebagian saham perusahaan aplikator ojek online, agar potongan komisi driver turun 10-20 persen menjadi 8 persen.

Hal itu diungkapkan Dasco saat menerima audiensi perwakilan aliansi serikat buruh di DPR, Jumat (1/5) siang.

"Pemerintah melalui Danantara membeli sebagian saham aplikator ojol, agar potongan terhadap kawan-kawan buruh ojek tidak lagi besar," kata Dasco disambut teriakan gembira perwakilan buruh.

Dia menegaskan, langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi hak-hak pekerja sektor informal.

Menurut Dasco, masuknya investasi Danantara ke dalam struktur kepemilikan aplikator, secara otomatis memberikan kekuatan bagi pemerintah untuk mengatur ulang kebijakan bagi hasil yang lebih adil.

"Utamanya adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator dari kawan-kawan driver. Yang tadinya sebesar 10 sampai 20 persen, nanti hanya 8 persen," kata dia.

Kepastian Regulasi Melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2026

Penurunan potongan komisi ini bukan sekadar janji politik. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah memperkuat kebijakan ini dengan menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026.

Aturan ini secara hukum memangkas batas maksimal potongan pendapatan yang boleh diambil oleh perusahaan aplikator dari para pengemudi menjadi hanya delapan persen.

Dalam pidatonya di hadapan ribuan buruh, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk berdiri di samping para pengemudi ojol yang menjadi tulang punggung logistik perkotaan.

Ia memandang, skema lama yang memotong hingga 20 persen pendapatan pengemudi adalah praktik yang kurang memberikan rasa keadilan.

"Saya tegaskan di sini, saya tidak setuju pemotongan 10 persen untuk aplikator. Harus di bawah itu," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional.

Presiden menegaskan, kebijakan ini diambil untuk membela hak para pengemudi ojek daring (ojol) yang setiap hari bekerja keras dan mempertaruhkan nyawa di jalanan.

Menurutnya, skema pembagian hasil yang selama ini berlaku masih belum memberikan keadilan bagi para pengemudi.

Danantara dan Isu Akuisisi Saham GoTo

Meski identitas aplikator yang sahamnya telah dibeli oleh Danantara belum diumumkan secara terperinci kepada publik, spekulasi pasar mengarah kuat pada beberapa pemain besar di industri ini.

Sebelumnya, BPI Danantara sempat dikabarkan memiliki ketertarikan kuat untuk membeli saham GoTo, perusahaan induk Gojek.

Langkah Danantara ini dipandang sebagai model baru "nasionalisasi strategis" di mana negara tidak hanya bertindak sebagai regulator, tetapi juga sebagai pemegang saham yang memastikan visi kerakyatan berjalan di dalam korporasi.

Prabowo Subianto menekankan bahwa jika ada perusahaan yang memiliki peran vital bagi hajat hidup orang banyak namun mengalami kesulitan finansial atau manajemen, pemerintah tidak akan tinggal diam.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sudah menyampaikan bila ada perusahaan-perusahaan yang mengalami kesulitan, maka akan dibantu atau bahkan diambil alih oleh pemerintah. Hal itu dilakukan agar para buruh tetap bisa bekerja dan memiliki tempat kerja.

Nasib Status Hubungan Kerja dan Keterlibatan Serikat Ojol

Selain persoalan potongan komisi, isu krusial lainnya yang terus menjadi sorotan adalah status hubungan kerja antara pengemudi dan aplikator.

Selama ini, status "mitra" dianggap sering merugikan pengemudi karena tidak memiliki jaminan sosial dan perlindungan kerja layaknya karyawan tetap.

Dasco menyatakanm, pemerintah dan DPR saat ini tengah melakukan simulasi mendalam terkait formulasi hubungan kerja tersebut.

Ia menjamin, pemerintah tidak akan mengambil keputusan sepihak tanpa mendengar aspirasi dari para pelaku di lapangan.

"Nanti, organisasi kawan-kawan ojol akan tetap diajak diskusi, diajak berembuk," tegasnya.

Adapun untuk pembahasan status hubungan kerja bagi pengendara ojol dengan mitra, dia mengatakan hal itu masih disimulasikan.

Namun, dia memastikan organisasi-organisasi pengendara ojol akan dilibatkan dalam penentuan kebijakan itu.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #nasionalisasi #aplikator #ojol #dasco #potongan #kawan #kawan #driver #diturunkan

KOMENTAR