PSSI Ingatkan Sepak Bola Indonesia Masih Diawasi FIFA Usai Ricuh Suporter
PSSI ingatkan sepak bola Indonesia masih dalam pengawasan FIFA usai kericuhan suporter di Sleman dan Papua. Aturan suporter tandang ikut dievaluasi. [Suara.com/Alfian Winanto]
10:48
10 Mei 2026

PSSI Ingatkan Sepak Bola Indonesia Masih Diawasi FIFA Usai Ricuh Suporter

Bayang-bayang Tragedi Kanjuruhan kembali menghantui ekosistem sepak bola Indonesia setelah terjadi sejumlah kericuhan suporter pada akhir musim kompetisi kasta kedua.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa status sepak bola nasional masih berada dalam pengawasan ketat FIFA.

Peringatan ini dipicu dua insiden yang melibatkan pendukung PSS Sleman dan Persipura Jayapura pada laga penutup akhir pekan lalu.

Pesta Flare di Sleman

Insiden pertama terjadi di Stadion Maguwoharjo, Sleman, usai laga final Pegadaian Championship 2025/2026 antara PSS Sleman dan Garudayaksa, Sabtu lalu.

Dalam pertandingan tersebut, Garudayaksa keluar sebagai juara melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 2-2 pada waktu normal dan tambahan.

Sejumlah suporter menyalakan flare secara masif di tribun stadion. Menyikapi hal itu, Yunus mengimbau agar suporter lebih bijak dalam merayakan hasil pertandingan.

“Dan ada reaksi setelah pertandingan, kita juga berharap semoga ini tidak terulang lagi,” ujarnya di Stadion Maguwoharjo, Sabtu.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedewasaan dalam menerima kemenangan maupun kekalahan. “Kita berharap suporter bisa selalu dewasa dalam merayakan hasil pertandingan,” tambahnya.

Kericuhan di Papua

Insiden lebih serius terjadi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pada hari sebelumnya.

Ribuan suporter Persipura Jayapura dilaporkan turun ke lapangan setelah tim kesayangan mereka kalah 0-1 dari Adhyaksa dan gagal promosi ke Super League.

Aksi tersebut berujung pada perusakan fasilitas stadion serta pembakaran sejumlah kendaraan di area kompleks olahraga.

Yunus menegaskan kembali bahwa kondisi sepak bola Indonesia masih dalam pengawasan FIFA. Ia meminta seluruh elemen suporter menjaga sportivitas agar tidak merugikan citra nasional.

“Kita masih dalam pengawasan FIFA. Kita berharap sepak bola ke depan berjalan dengan baik, tentu dengan dukungan suporter yang sportif dan elegan,” ujarnya.

Evaluasi Aturan Suporter Tandang

Imbas dari insiden tersebut, PSSI memastikan larangan kehadiran suporter tamu di stadion masih berlaku hingga ada keputusan baru.

Federasi bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan menggelar rapat evaluasi untuk menentukan kelanjutan regulasi tersebut pada musim depan.

“Kita akan lihat perkembangannya. LIB akan menyampaikan laporan kepada PSSI untuk dikaji apakah aturan suporter tandang bisa dibuka atau tidak,” kata Yunus.

Meski diwarnai insiden di akhir kompetisi, PSSI tetap menyatakan penyelenggaraan liga berjalan hingga selesai. Namun, kejadian di Sleman dan Papua akan menjadi bahan evaluasi bersama.

Sebagai catatan, pengawasan FIFA terhadap sepak bola Indonesia merupakan dampak dari Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022, yang mendorong perbaikan standar keamanan stadion nasional.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #pssi #ingatkan #sepak #bola #indonesia #masih #diawasi #fifa #usai #ricuh #suporter

KOMENTAR