Maskapai Ini Tutup Usai 34 Tahun Beroperasi, 17.000 Karyawan Terdampak
Maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat (AS), Spirit Airlines, resmi menghentikan operasional setelah 34 tahun beroperasi.()
15:20
3 Mei 2026

Maskapai Ini Tutup Usai 34 Tahun Beroperasi, 17.000 Karyawan Terdampak

– Maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat (AS), Spirit Airlines, resmi menghentikan operasional setelah 34 tahun beroperasi. Penutupan ini menandai berakhirnya salah satu pelopor model penerbangan murah yang sempat mengubah industri aviasi global.

Dikutip dari AFP, Minggu (3/5/2026), penerbangan terakhir Spirit lepas landas dari Detroit dan mendarat dengan selamat di Dallas.

Penutupan ini terjadi setelah maskapai tersebut menghadapi tekanan keuangan berkepanjangan. Dalam dua tahun terakhir, perusahaan bahkan dua kali mengajukan kebangkrutan.

Baca juga: Mau Bawa Anabul Naik Pesawat? Ini 9 Maskapai Terbaiknya

CEO Spirit Airlines, Dave Davis, menyatakan perusahaan telah memainkan peran penting dalam membuka akses perjalanan udara dengan tarif terjangkau selama lebih dari tiga dekade.

Namun, ia mengakui keputusan menghentikan operasi menjadi hasil yang tidak diharapkan.

“Ini sangat mengecewakan dan bukan hasil yang diinginkan oleh siapa pun dari kami,” ujar Davis dalam pernyataan resmi.

Sebelum menghentikan operasional, Spirit sempat melakukan berbagai langkah penyelamatan. Upaya tersebut meliputi pemangkasan rute, penekanan biaya tenaga kerja, hingga penjajakan pendanaan baru, termasuk potensi dukungan dari pemerintah AS.

Baca juga: Maskapai AS Kena Dampak Perang Iran, Mengemis ke Trump Miliaran Dollar

Namun, langkah tersebut tidak mampu membendung tekanan keuangan yang semakin berat. Lonjakan harga bahan bakar jet akibat konflik Iran menjadi faktor utama yang mempercepat krisis likuiditas perusahaan.

Spirit Airlines memulai bisnisnya pada awal 1980-an sebagai Charter One Airlines yang melayani paket wisata. Maskapai ini kemudian berkembang pesat dengan mengusung konsep “unbundled fares”.

Skema ini menawarkan tarif dasar murah, sementara layanan tambahan seperti bagasi, pemilihan kursi, hingga pencetakan tiket dikenakan biaya terpisah.

Model bisnis tersebut sempat menuai kritik karena dianggap membebani penumpang. Namun, pendekatan ini terbukti berpengaruh besar dan kemudian diadopsi maskapai besar melalui tarif “basic economy”.

Baca juga: Maskapai Fly Scoot Pindah ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Di balik model hemat biaya tersebut, Spirit juga dikenal dengan strategi pemasaran yang provokatif dan kontroversial. Sejumlah iklan yang dirilis bahkan menuai kritik karena dianggap tidak sensitif terhadap isu publik.

Pada hari terakhir operasional, Spirit masih menerbangkan lebih dari 50.000 penumpang secara aman. Perusahaan juga berupaya memulangkan lebih dari 1.300 awak pesawat ke kota asal masing-masing.

Namun, sekitar 17.000 karyawan kehilangan pekerjaan akibat penutupan ini. Sebagian di antaranya diketahui baru mendapatkan informasi tersebut melalui pemberitaan media.

Serikat pramugari Spirit Airlines dalam pernyataannya menyebut penutupan ini sebagai pukulan berat bagi para pekerja. Meski demikian, mereka tetap menyoroti solidaritas yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Baca juga: Riset: Mayoritas Milenial dan Gen Z Pilih Maskapai dengan Keamanan dan Ketepatan Waktu

Meski pernah menjadi inovator dalam industri penerbangan murah, Spirit pada akhirnya menghadapi persaingan ketat. Sejumlah maskapai lain mulai mengadopsi model serupa dan menggerus pangsa pasar perusahaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Spirit juga dibebani kerugian finansial yang terus meningkat. Sejak 2020, perusahaan tercatat merugi lebih dari 2,5 miliar dollar AS. Kondisi ini dipicu dampak pandemi Covid-19, lonjakan biaya operasional, serta beban utang.

Penutupan mendadak maskapai Spirit sempat mengejutkan penumpang. Sejumlah pelanggan yang terdampak pembatalan penerbangan harus mencari alternatif perjalanan di tengah keterbatasan pilihan tarif murah.

Bagi sebagian penumpang, Spirit selama ini dikenal sebagai opsi perjalanan yang sederhana dan terjangkau. Namun, maskapai ini tidak menawarkan layanan premium.

Tag:  #maskapai #tutup #usai #tahun #beroperasi #17000 #karyawan #terdampak

KOMENTAR