IHSG Diprediksi Terkoreksi Jelang Rilis Data Inflasi dan Neraca Dagang RI, Berikut Saham yang Bisa Cermati
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih tertekan pada perdagangan Senin (4/5/2026). Tekanan muncul setelah indeks melemah 2,03 persen ke level 6.956,804 pada Kamis pekan lalu.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat tekanan jual masih mendominasi arah pergerakan IHSG. Pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi Indonesia, yaitu inflasi dan neraca perdagangan.
Secara teknikal, support IHSG berada di level 6.838. Resistance berada di area 7.022.
“Untuk Senin kami perkirakan masih cenderung terkoreksi dengan area support di 6.838 dan resistance di 7.022. Kami mencermati IHSG masih rawan didominasi oleh tekanan jual, dimana akan ada rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam (3/5/2026).
Baca juga: IHSG Anjlok 2,42 Persen Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar Turun Jadi Rp 12.738 T
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, melihat support IHSG berada di kisaran 6.850-6.900. Resistance berada di rentang 7.050-7.300.
Peluang penguatan menuju area 7.100 masih terbuka. Syaratnya, sentimen global tetap positif, terutama dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Risiko tetap ada jika harga minyak kembali naik atau dollar AS menguat tajam. Kondisi tersebut berpotensi mendorong IHSG menguji level di bawah 6.900.
“Secara historis, bulan Mei dikenal memiliki kecenderungan volatil dengan bias yang tidak selalu kuat, sejalan dengan fenomena “Sell in May and go away” yang sering menjadi acuan investor global,” ujar Hendra kepada Kompas.com.
Pergerakan IHSG pada Mei dalam beberapa tahun terakhir cenderung sideways hingga melemah terbatas. Kondisi ini muncul saat katalis domestik terbatas. Peluang rebound jangka pendek tetap terbuka, tetapi tren naik belum solid.
Rotasi sektor mulai bergeser seiring penurunan harga minyak. Saham energi berpotensi mengalami normalisasi. Sektor yang sensitif terhadap inflasi dan suku bunga seperti perbankan, consumer, dan properti mendapat sentimen positif.
Beberapa saham menarik untuk dicermati antara lain PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan target harga Rp 1.810. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target Rp 268. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga Rp 2.730. PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) dengan target Rp 226.
Baca juga: Net Sell Asing Deras Bikin IHSG Terseok di Akhir April, 3 Saham Bank Tertekan
Herditya juga merekomendasikan beberapa saham. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperkirakan bergerak di kisaran Rp 3.910-Rp 4.130. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) di rentang Rp 4.190-Rp 4.260. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) pada area harga Rp 1.345-Rp 1.410.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #ihsg #diprediksi #terkoreksi #jelang #rilis #data #inflasi #neraca #dagang #berikut #saham #yang #bisa #cermati