Laba Bank Besar Tumbuh, BRI dan Mandiri Pimpin Kinerja
- Bank-bank besar di Indonesia mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026. Laba bersih tetap tumbuh. Kelompok bank dengan modal inti (KBMI) IV masih menjadi penopang utama industri perbankan.
Bank KBMI IV merupakan bank dengan modal inti di atas Rp 70 triliun. Kelompok ini terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).
Bank Mandiri mencatat pertumbuhan laba tertinggi secara tahunan. Laba bersih konsolidasi mencapai Rp 15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen.
BRI mencetak laba bersih terbesar secara nominal. Laba mencapai Rp 15,5 triliun atau naik 13,74 persen. BNI dan BCA mencatat pertumbuhan single digit. BNI membukukan Rp 5,68 triliun atau naik 5,04 persen. BCA mencatat Rp 14,7 triliun atau naik 3,8 persen.
Baca juga: Bank Mandiri Catat Lonjakan Tabungan Pelajar, Saldo SimPel Capai Rp 354 Miliar
Secara nominal, peringkat laba bersih dimulai dari BRI, disusul Bank Mandiri, BCA, dan BNI.
BRI mencatat laba Rp 15,5 triliun. Angka ini membaik dari penurunan 13,92 persen pada kuartal I-2025 sebesar Rp 13,67 triliun. Kinerja ditopang pendapatan bunga bersih dan penurunan beban bunga.
Pendapatan bunga BRI mencapai Rp 52,83 triliun atau naik 5,94 persen. Beban bunga turun 9,31 persen menjadi Rp 12,68 triliun.
Penyaluran kredit mencapai Rp 1.497 triliun atau tumbuh 13 persen. Kredit tetap kuat di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah melalui Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp 47,09 triliun kepada 947.000 nasabah. Pembiayaan perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan mencapai Rp 17,13 triliun kepada sekitar 125.000 debitur.
Dana pihak ketiga BRI mencapai Rp 1.555 triliun atau tumbuh 9,4 persen. Porsi dana murah mencapai 68,1 persen. Total aset naik 7,2 persen menjadi Rp 2.249 triliun.
Bank Mandiri mencatat laba Rp 15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen. Kinerja ditopang pertumbuhan kredit dan efisiensi operasional.
Kredit mencapai Rp 1.530 triliun atau tumbuh 17,4 persen. Return on Equity berada di level 22,1 persen.
Dana pihak ketiga mencapai Rp 1.675 triliun atau naik 21,1 persen. Dana murah mencapai Rp 1.201 triliun atau tumbuh 12,7 persen. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional turun ke 58,0 persen.
Baca juga: Lowongan Kerja Bank BTN untuk Lulusan D3 dan S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
BCA mencatat laba bersih Rp 14,7 triliun atau naik 3,8 persen. Kinerja didorong pendapatan nonbunga yang mencapai Rp 6,6 triliun atau tumbuh 14,2 persen.
Pendapatan bunga bersih tercatat Rp 21,1 triliun. Total pendapatan operasional mencapai Rp 27,8 triliun atau naik 3,3 persen. Biaya operasional sebesar Rp 8,5 triliun.
Penyaluran kredit mencapai Rp 994 triliun atau tumbuh 5,6 persen. Dana murah mencapai Rp 1.089 triliun atau naik 11,2 persen. Porsi dana murah mencapai 85,2 persen dari total dana pihak ketiga sebesar Rp 1.292,4 triliun.
BNI mencatat laba Rp 5,68 triliun atau naik 5,04 persen. Kinerja ditopang pendapatan bunga bersih dan pendapatan nonbunga.
Pendapatan nonbunga tumbuh 12,6 persen. Pertumbuhan ini didorong peningkatan transaksi digital. Pendapatan bunga bersih naik 12,1 persen menjadi Rp 11,02 triliun.
Pendapatan operasional sebelum pencadangan mencapai Rp 9,3 triliun. Angka ini menjadi yang tertinggi untuk periode kuartal I.
Dana murah BNI tumbuh 26,6 persen menjadi Rp 731,6 triliun. Giro tumbuh 39,7 persen. Tabungan naik 10,4 persen.
Penyaluran kredit mencapai Rp 919,3 triliun atau tumbuh 20,1 persen.