Khawatir Kehilangan Pengaruh, Iran Sebut Piala Dunia Aset Diplomatik
Iran memastikan tetap akan tampil di Piala Dunia 2026 meski perang di Timur Tengah masih berlangsung.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menyebut keikutsertaan negaranya dalam turnamen tersebut sebagai “aset diplomatik besar” yang tidak boleh hilang.
Pernyataan itu disampaikan Taj setelah FFIRI menegaskan bahwa Iran akan tetap ambil bagian dalam ajang sepak bola terbesar dunia tersebut, namun meminta tuan rumah bersama yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada memenuhi sejumlah syarat yang diajukan Teheran.
Baca juga: Iran Siap Tampil di Piala Dunia, asalkan FIFA Penuhi Syarat Ini
Iran tak ingin kehilangan “aset diplomatik”
Dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Sabtu (9/5/2026) malam, Mehdi Taj mengatakan, absennya Iran dari Piala Dunia akan merugikan negara tersebut secara diplomatik.
“Jika kami tidak berpartisipasi di Piala Dunia, kami akan kehilangan aset diplomatik besar,” kata Taj, seperti dikutip AFP.
Menurut FFIRI, Iran tetap akan mengikuti turnamen tersebut tanpa mengubah prinsip-prinsip yang mereka pegang.
“Kami pasti akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, tetapi tuan rumah harus memperhatikan kekhawatiran kami,” tulis FFIRI di situs resminya.
“Kami akan berpartisipasi dalam turnamen Piala Dunia, tetapi tanpa mundur dari keyakinan, budaya, dan prinsip kami.”
Keikutsertaan Iran sempat dipenuhi ketidakpastian
Para pemain Iran berpose menjelang pertandingan sepak bola Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Iran vs Korea Utara di Azadi Sports Complex di Teheran pada 10 Juni 2025. (Photo by ATTA KENARE / AFP)
Partisipasi Iran di Piala Dunia sempat dipenuhi ketidakpastian sejak pecahnya perang pada Februari lalu setelah serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: Iran Tepis Rumor Mojtaba Khamenei “Menghilang”, Dilaporkan Beri Arahan Militer
Meski demikian, FIFA selama beberapa pekan terakhir tetap bersikeras bahwa Iran akan tampil di turnamen tersebut.
Iran dijadwalkan bermarkas di Tucson, Arizona, selama Piala Dunia berlangsung. Mereka tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Iran akan membuka kampanye mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni.
Iran ajukan 10 syarat
Mehdi Taj juga mengungkapkan bahwa Iran mengajukan 10 syarat terkait keikutsertaan mereka di turnamen tersebut.
Syarat-syarat itu mencakup jaminan pemberian visa, penghormatan terhadap staf tim nasional, bendera Iran, dan lagu kebangsaan negara itu selama turnamen berlangsung.
Selain itu, Iran juga meminta peningkatan keamanan di bandara, hotel, serta jalur menuju stadion tempat pertandingan digelar.
Baca juga: Iran Ubah Strategi Propaganda, Andalkan Meme dan AI untuk Serang AS-Israel
Tag: #khawatir #kehilangan #pengaruh #iran #sebut #piala #dunia #aset #diplomatik