Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
Mandiri Sekuritas memproyeksikan bahwa pengumuman hasil tinjauan indeks global oleh MSCI pada 12 Mei besok akan menentukan aliran dana asing ke Indonesia via pasar modal dalam dua bulan ke depan.
MSCI dijadwalkan mengumumkan MSCI Indonesia Index pada 12 Mei 2026 besok, setelah pada Februari lalu membekukan indeksnya di Tanah Air. Pengumuman besok sudah diantisipasi oleh para pelaku pasar mengingat sejak Februari lalu Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sudah melakukan sejumlah reformasi pasar sesuai permintaan MSCI.
Deputi Kepala Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat, di Jakarta, Senin (11/5/2026) mengatakan apakah bobot emiten Indonesia dalam indeks MSCI dipertahankan, ditambah, atau dikurangi akan menentukan arah aksi beli maupun jual investor asing dalam dua bulan ke depan.
Tetapi ia menekankan bahwa pengumuman MSCI itu hanya akan menjadi katalis jangka pendek terhadap pergerakan IHSG.
Menurut Mandiri Sekuritas, IHSG tahun ini dapat mencapai level 9.050. Meski demikian, perseroan tetap mencermati adanya potensi revisi proyeksi ke bawah di tengah meningkatnya tekanan geopolitik yang berimbas pada kenaikan beban energi dan pasar keuangan.
Ilustarsi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]“Mengenai target IHSG ke depannya, kami masih menjaga target IHSG kami di 9.050 poin. Tapi kembali memang kami melihat potensi revisi ke bawah mengingat adanya potensi tekanan margin akibat dari volatilitas makro yang meningkat dan juga tekanan beban energi ke depannya,” kata Kresna .
Selain itu, Mandiri Sekuritas mengingatkan adanya risiko penurunan margin keuntungan emiten besar akibat lonjakan harga energi.
Kresna mengatakan, kenaikan biaya energi berpotensi menekan laba bersih emiten apabila perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen atau tidak memiliki pricing power yang memadai. Kondisi itu pada akhirnya dapat menekan valuasi saham.
Di sisi lain, Mandiri Sekuritas masih melihat adanya tren positif pada kinerja keuangan emiten yang diperkirakan berlanjut hingga kuartal III 2026.
Menurut Kresna, titik balik pertumbuhan laba yang mulai terlihat sejak kuartal IV 2025 masih berlanjut pada kuartal I 2026, terutama pada sektor perbankan dan komoditas.
“Kalau kita cermati di kuartal II dan kuartal III tahun lalu (2025), itu earnings base-nya cukup rendah. Karena memang pada waktu itu kita menghadapi tekanan margin akibat dari kenaikan beban bunga dan juga beban provisi. Jadi harusnya earnings growth yang positif itu masih bisa berlanjut minimal untuk sektor banking dan commodities di kuartal II dan kuartal III (2026). Dan itu harusnya bisa menjaga sentimen pasar yang relatif positif,” jelasnya.
Mandiri Sekuritas juga menilai likuiditas domestik yang melimpah menjadi faktor penopang pasar saham Indonesia.
Dari paparannya, Kresna menyampaikan per April 2026, tingkat kas investor institusi domestik tercatat mencapai 30,3 persen, naik dibandingkan posisi tahun 2023 sebesar 19,6 persen.
Apabila investor domestik kembali mengalokasikan sekitar 5 persen dari aset kelolaan (asset under management/AUM) mereka ke pasar saham, hal tersebut dinilai cukup kuat untuk mendorong performa IHSG ke depan.
“Jadi kalau mereka bisa kembali aja berarti 5 persen dari AUM mereka itu bisa kembali ke pasar saham dan bisa mendorong performa pasar saham Indonesia ke depannya lebih baik lagi,” ujarnya.
Tag: #aliran #dana #asing #indonesia #ditentukan #pengumuman #msci #besok