Ardi Bakrie Ditunjuk Jadi Dirut VKTR, Gantikan Gilarsi Wahju Setijono
Ardi Bakrie ditunjuk sebagai Direktur Utama VKTR (KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
19:08
19 Mei 2026

Ardi Bakrie Ditunjuk Jadi Dirut VKTR, Gantikan Gilarsi Wahju Setijono

- Ardi Bakrie resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Penunjukan ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ardi sendiri menggantikan Gilarsi Wahju Setijono yang mengajukan pengunduran diri pada 13 Mei 2026 lalu.

Pada 17 Februari 2026 lalu, Gilarsi didapuk menjadi Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas, BUMN baru yang dibentuk oleh Danantara pada 25 November 2025 dan bertugas untuk mengelola pertambangan.

Pengangkatan Ardi disampaikan oleh Wakil Komisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie.

Baca juga: Emiten Bakrie BNBR Tumbuh 19,02 Persen pada Kuartal I 2026

Ia menyebut dalam menjalankan transformasi bisnis kendaraan listrik dan penguatan industri otomotif perseroan, Ardi didampingi oleh dua sosok sebagai Wakil Presiden dengan latar belakang yang berbeda namun saling melengkapi.

“Direktur Utama-nya adalah Pak Ardi Bakrie. Dan beliau mempunyai dua Wakil Presiden yang pertama Pak Adit yang sebelumnya di TransJakarta, dan kedua Bu Erika yang sebelumnya banyak di latar belakang mining, risk management, maupun juga human resource capital,” ujar Anindya saat ditemui di gedung VKTR usai RUPS.

Untuk diketahui Ardi Bakrie lahir di Jakarta pada 1979, merupakan lulusan Bentley University, Massachusetts, Amerika Serikat, dengan gelar MBA pada 2005.

Sebelum didapuk memimpin emiten kendaraan listrik ini, Ardi memiliki rekam jejak di berbagai lini bisnis Grup Bakrie khususnya sektor media dan investasi.

Dia pun menjabat Wakil Direktur PT Visi Media Asia Tbk.

(VIVA) sejak 2017, setelah sebelumnya menempati posisi Direktur VIVA pada periode 2011-2017.

Selain itu, Ardi juga memegang sejumlah posisi strategis sebagai Komisaris PT Intermedia Capital Tbk.

(MDIA), Komisaris Utama PT Lativi Media Karya (tvOne), Komisaris PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV), Presiden Komisaris PT Viva Media Baru, serta Direktur di PT Bakrie Global Ventura.

Di sisi korporasi, VKTR merupakan emiten yang berfokus pada bisnis kendaraan listrik, komponen otomotif, hingga industri pengecoran besi dan baja.

Perseroan awalnya didirikan dengan nama PT Bakrie Steel Industries pada 23 November 2007 dan mulai beroperasi pada tahun yang sama, sebelum akhirnya berganti nama menjadi PT VKTR Teknologi Mobilitas pada 29 Maret 2022 seiring transformasi bisnis ke sektor elektrifikasi transportasi.

Saat ini kegiatan usaha VKTR bergerak di bidang perdagangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), komponen suku cadang, aksesori otomotif, hingga industri karoseri kendaraan roda empat atau lebih melalui entitas anak usahanya.

Perseroan juga memiliki bisnis di sektor pengecoran besi dan baja serta perdagangan besi bekas atau scrap. Untuk mendukung kegiatan operasional, VKTR memiliki sejumlah entitas anak seperti PT Bakrie Autoparts (BA), PT Braja Mukti Cakra (BMC), dan PT Bina Usaha Mandiri Mizusawa (BUMM). Bakrie Autoparts memproduksi berbagai komponen otomotif untuk kendaraan komersial dan penumpang, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Sementara itu, BUMM bergerak di bidang pengecoran besi dan baja dengan produk untuk sektor otomotif, general casting, dan alat berat.

Adapun BMC memproduksi berbagai komponen suku cadang kendaraan seperti drum brake, hub wheel, fly wheel, holder injection, disc brake, rotor brake, hingga berbagai komponen otomotif lainnya.

Dari sisi kepemilikan saham, grup Bakrie masih menjadi pengendali utama VKTR.

Berdasarkan data pemegang saham per 8 Mei 2026, PT Bakrie & Brothers Tbk menggenggam 24,40 persen saham atau sekitar 10,68 miliar saham.

Sementara PT Bakrie Metal Industries memiliki 14,23 persen saham atau sekitar 6,23 miliar saham.

Selain itu, terdapat sejumlah investor institusi lain seperti Indies Special Opportunities IV dengan kepemilikan 4,71 persen, Zeus Petro Energi 3,96 persen, Tridaya Aset Globalindo 3,83 persen, Maju Perkasa Optima Karsa 3,64 persen, Marga Raya Yasa 3,50 persen, Kuantum Akselerasi Indonesia 3,30 persen, Glencore International Investments 3,29 persen, serta Kalila Mutiara Nusantara sebesar 3,17 persen.

Baca juga: Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Direksi dan Komisaris, Simak Susunannya

Tag:  #ardi #bakrie #ditunjuk #jadi #dirut #vktr #gantikan #gilarsi #wahju #setijono

KOMENTAR