Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok
Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street melesat pada perdagangan, Rabu, 20 Mei 2026. Sentimen positif datang dari anjloknya harga minyak dunia dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah harapan meredanya konflik di Timur Tengah.
Mengutip laporan CNBC, penguatan Wall Street tercermin dari indeks yang semua meroket, seperti indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 645,47 poin atau 1,31 persen ke level 50.009,35.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite menguat 1,54 persen dan ditutup di posisi 26.270,36. Adapun indeks S&P 500 juga ditutup naik 1,08 persen ke level 7.432,97.
Penguatan Wall Street dipicu oleh koreksi tajam harga minyak mentah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pemerintah berada pada tahap akhir negosiasi dengan Iran.
Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash].Pernyataan itu memicu optimisme pasar bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat segera mereda.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 5,66 persen dan ditutup di level 98,26 dolar AS per barel. Sementara harga minyak Brent melemah 5,63 persen menjadi 105,02 dolar AS per barel.
Turunnya harga minyak turut menenangkan pasar obligasi AS yang sebelumnya sempat membuat investor khawatir. Imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun turun lebih dari 9 basis poin, sedangkan yield obligasi tenor 30 tahun merosot lebih dari 6 basis poin.
Sebelumnya, pasar obligasi AS sempat memicu kekhawatiran karena yield Treasury 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2007. Investor cemas inflasi kembali meningkat akibat lonjakan harga energi, sehingga bank sentral AS atau The Fed berpotensi kembali menaikkan suku bunga.
Risalah rapat terbaru The Fed menunjukkan mayoritas pejabat bank sentral membuka peluang pengetatan kebijakan lanjutan apabila inflasi tetap tinggi.
"Namun, mayoritas peserta menekankan bahwa beberapa penguatan kebijakan kemungkinan akan tepat jika inflasi terus berada di atas 2 persen secara konsisten," tulis risalah rapat The Fed.
Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada NVIDIA yang dijadwalkan merilis laporan kinerja kuartal pertama setelah penutupan pasar. Saham Nvidia sendiri ditutup naik lebih dari 1 persen.
Kepala investasi Main Street Research, James Demmert, mengatakan laporan Nvidia menjadi sangat penting karena saham berbasis kecerdasan buatan atau AI menjadi motor utama reli pasar dalam beberapa tahun terakhir.
"Nvidia adalah saham AI terpenting, dan karena sebagian besar kenaikan pasar saham selama beberapa tahun terakhir didorong oleh kemampuan AI yang luar biasa, hasil laporan pendapatan hari Rabu sangat berarti bagi pasar ini," kata Demmert.
Ia menambahkan, investor akan mencermati potensi penurunan margin akibat kenaikan harga memori serta strategi Nvidia dalam menjaga penjualan di pasar China.
Tag: #wall #street #langsung #meroket #setelah #harga #minyak #anjlok