Xi Jinping Akan Berkunjung ke Korea Utara, Bahas Masalah Donald Trump
Tangkapan layar dari video yang dirilis CCTV pada 20 Juni 2019 memperlihatkan Presiden China Xi Jinping berjabat tangan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang. Xi berkunjung ke Pyongyang selama dua hari.(AFP/CCTV)
17:42
21 Mei 2026

Xi Jinping Akan Berkunjung ke Korea Utara, Bahas Masalah Donald Trump

- Presiden China Xi Jinping dikabarkan akan mengunjungi Korea Utara paling cepat minggu depan, menurut laporan Reuters, Kamis (21/5/2026).

Xi mencoba bertindak sebagai mediator antara pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Mengutip sumber pemerintah, sebuah tim dari dinas keamanan dan pejabat protokol China berada di Pyongyang baru-baru ini.

Kunjungan Xi Jinping ke Korut kemungkinan besar akan terjadi pada akhir Mei atau awal Juni 2026.

Baca juga: Xi Jinping dan Putin Kompak Kritik Trump dalam KTT di Beijing, Sindir Dominasi AS

Xi, yang menjamu Trump pekan lalu, akan mencoba bertindak sebagai mediator antara Trump dan Kim Jong-un, demikian kata pejabat senior yang dikutip dalam laporan yang dirilis Rabu (20/5/2026) malam.

Trump mengatakan ia terbuka untuk bertemu kembali dengan pemimpin Korea Utara itu dan menegaskan memiliki hubungan yang baik dengannya.

Presiden AS tersebut telah bertemu Kim tiga kali pada masa jabatan pertamanya untuk menegosiasikan program nuklir Korea Utara.

Baca juga: Ancaman Baru bagi AS, Kim Jong Un Bawa Ambisi Nuklirnya ke Laut Lepas


China diharapkan bisa damaikan Semenanjung Korea

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan berharap pembicaraan antara Korea Utara dan China dapat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea

Beijing juga diharapkan dapat memainkan peran konstruktif. Namun kementerian tersebut menolak untuk berkomentar langsung tentang laporan kunjungan Xi.

China dikenal sebagai sekutu ekonomi dan politik utama Korea Utara, yang keduanya telah berupaya memperkuat hubungan yang sempat memburuk selama pandemi COVID-19.

Kim Jong-un telah mengunjungi Beijing pada tahun lalu dan berdiri bersama Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam parade militer besar.

Baca juga: Senjata Nuklir Tak Cukup, Korut Masih Ingin Perkuat Pertahanan

Hubungan China dan Korea Utara

China menjadi salah satu ”energi” yang turut menyokong Korea Utara di tengah isolasi yang dimotori Barat, khususnya AS, lantaran program senjata nuklir yang dikembangkannya.

Ketika dunia tengah terguncang oleh perang antara Iran melawan AS dan Israel, China dan Korut justru mencatatkan pencapaian luar biasa dalam perdagangan bilateral.

Dilansir Kompas.id (21/3/2026), untuk periode Januari-Februari, perdagangan kedua negara mencapai angka 427 juta dolar AS (Rp 7,5 triliun).

Untuk periode yang sama, pencapaian itu merupakan yang tertinggi dalam sembilan tahun terakhir.

Baca juga: Putin Bertemu Xi Jinping di Beijing, Apa Saja yang Dibahas?

China adalah mitra dagang utama Korut. Meski sanksi PBB membatasi ekspor Korut seperti batubara, berbagai komoditas lain yang tidak terkena sanksi, menjadi komoditas impor China dari Korut.

Beijing juga membeli logam penting, seperti molybdenum dan tungsten, untuk pembuatan roket dan peluru kendali.

Nilai impor mineral tersebut tercatat berurutan 17,2 juta dolar AS (Rp 303 miliar) dan 31,5 juta dolar AS (Rp 555 miliar) pada tahun 2025.

Tag:  #jinping #akan #berkunjung #korea #utara #bahas #masalah #donald #trump

KOMENTAR