IHSG Dibuka Menguat 0,14 Persen, Saham MDKA, ADMR, hingga BBRI Naik
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (25/5/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat berada di level 6.170,55 pada perdagangan pagi atau naik 8,50 poin setara 0,14 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 6.162,05.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.187,65 atau naik 0,42 persen. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.224,75 dan level terendah 6.145,71.
Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 3,227 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 1,679 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 188.300 kali transaksi.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 376 saham menguat, 192 saham melemah, dan 391 saham lainnya stagnan.
Kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat mencapai Rp 10.651 triliun.
Mayoritas indeks saham bergerak variatif
Sejalan dengan pergerakan IHSG, sejumlah indeks saham utama di Bursa Efek Indonesia bergerak bervariasi.
Indeks LQ45 naik 2,06 poin atau 0,33 persen ke level 622,50. Indeks IDX30 juga menguat 1,75 poin atau 0,49 persen ke posisi 356,43.
Sementara itu, indeks KOMPAS100 tercatat menguat tipis 0,02 poin atau 0,00 persen ke level 812,72.
Baca juga: Buyback Rp 1 Triliun NCKL Jadi Penopang Saham saat Harga Dinilai Murah
Di sisi lain, sejumlah indeks saham berbasis syariah masih bergerak di zona merah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,66 poin atau 0,69 persen ke posisi 384,25.
Indeks ISSI melemah 0,58 poin atau 0,27 persen ke level 217,48. Adapun indeks JII70 terkoreksi 0,98 poin atau 0,65 persen ke posisi 150,88.
Top gainers dan top losers LQ45 perdagangan pagi
Saham-saham unggulan di Indeks LQ45 juga mencatat pergerakan beragam pada perdagangan pagi.
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin penguatan setelah naik 90 poin atau 3,31 persen ke level 2.810.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 40 poin atau 2,70 persen ke posisi 1.520.
Kemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 60 poin atau 1,97 persen menjadi 3.110, disusul saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang naik 40 poin atau 1,95 persen ke level 2.090.
Di sisi lain, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi salah satu saham dengan pelemahan terbesar setelah turun 35 poin atau 6,80 persen ke level 480.
Baca juga: IHSG Sepekan Ambles 8,35 Persen, Saham Prajogo Pangestu hingga Sinar Mas Jadi Beban
Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga terkoreksi 85 poin atau 6,34 persen menjadi 1.255.
Adapun saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 7 poin atau 3,78 persen ke posisi 178. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turut turun 14 poin atau 3,70 persen menjadi 364.
IHSG dibayangi tekanan outflow asing
Di tengah penguatan terbatas pada awal perdagangan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan fluktuatif sepanjang perdagangan Senin.
Analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG masih dibayangi tekanan outflow investor asing seiring pengumuman hasil evaluasi indeks global dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell.
Kondisi tersebut umumnya mendorong investor institusi global melakukan penyesuaian portofolio, khususnya pada saham-saham yang mengalami perubahan bobot maupun komposisi indeks.
Tekanan jual investor asing itu dinilai berpotensi membuat pergerakan IHSG cenderung fluktuatif dan rawan terkoreksi dalam jangka pendek.
Baca juga: Dividen Jumbo BMRI Cair Besok Senin (25/5), Saham Bank Mandiri Justru Makin Murah
Selain itu, pasar juga mencermati rencana pemerintah menjalankan ekspor komoditas melalui satu badan khusus, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Kebijakan tersebut dinilai dapat memunculkan kekhawatiran pasar terkait mekanisme tata niaga, harga jual, hingga potensi dampaknya terhadap kinerja emiten berbasis batu bara, mineral, dan komoditas lainnya.
“Kami perkirakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh outflow karena pengumuman MSCI dan FTSE, di sisi lain pemerintah tetap berencana melaksanakan ekspor komoditas melalui satu badan,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam (24/5/2026).
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dengan level support di area 6.054 dan resistance di posisi 6.279.
“Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dan rawan koreksi dengan support 6.054 dan resist 6.279,” kata Herditya.
Bursa Asia bergerak variatif
Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia dibuka di zona hijau pada perdagangan pagi ini. Indeks Shanghai Composite (SSE Composite) menguat 13,71 poin atau 0,33 persen ke level 4.126,61.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2.007,34 poin atau 3,17 persen ke posisi 65.346,41.
Kemudian indeks Hang Seng Hong Kong naik 219,53 poin atau 0,86 persen ke level 25.606,03.
Indeks S&P/ASX 200 Australia juga menguat 35,30 poin atau 0,41 persen menjadi 8.692,30. Penguatan turut terjadi pada indeks KOSPI Korea Selatan yang naik 32,12 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.847,71.
Tag: #ihsg #dibuka #menguat #persen #saham #mdka #admr #hingga #bbri #naik